Bus Tak Laik Jalan Masih Dipakai

58
0
MONITOR. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi berbincang dengan salah satu awak bus saat melakukan monitoring di Terminal Indihiang, Rabu (25/12). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

INDIHIANG – Di masa liburan akhir tahun, mobilitas masyarakat mengalami peningkatan. Setiap perusahaan otobus (PO) diminta tidak membiarkan kendaraan tak laik jalan beroperasi mengangkut penumpang.

Hal itu diungkapkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi. Menurut dia, ada beberapa titik rawan kecelakaan di jalur tengah Jawa Barat. Di antaranya Gentong sampai wilayah Nagreg yang memiliki kontur jalan menurun dan menikung.

“Rawan terutama kendaraan yang besar-besar,” ujarnya saat melakukan monitoring di Terminal Indihiang, Rabu (25/12).

Pihaknya menginstruksikan personel di terminal untuk memastikan kelaikan kelengkapan dokumen kendaraan. Ketika kendaraan tidak laik jalan, maka bisa mengancam keselamatan penumpang dan pengendara lainnya. “Kalau sudah kejadian (kecelakaan) semuanya rugi,” katanya.

Pihaknya juga meminta perusahaan angkutan khususnya bus juga tidak sembarangan mengoperasikan kendaraan. Karena pihaknya masih menemukan adanya PO yang memaksakan keberangkatan bus yang tidak laik. “Kemarin saya amankan bus yang tidak berfungsi rem tangannya, dan sopirnya itu tahu tapi disuruh oleh operatornya tetap berangkat,” tutur dia.

Budi menyebutkan salah satu contoh kasus yakni kecelakaan bus yang jatuh ke jurang di Sumatra Selatan. Insiden ini mengakibatkan puluhan korban jiwa mengingat bus sedang mengangkut 54 penumpang termasuk sopir dan kondektur. “Informasinya dokumen yang diperiksa tidak sesuai dengan bus tersebut,” ujarnya.

Loading...

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto SIK mengatakan turut mendukung upaya dari Kemenhub tersebut. Selain menjaga keamanan, personel yang ditempatkan di terminal pun membantu petugas dalam hal memastikan kelaikan kendaraan.

“Tentu kita sangat mendukung, kita juga tempatkan personel di terminal,” ujarnya.

Dia mengaku bahwa Jalur Gentong menjadi salah satu titik rawan kecelakaan khususnya mobil-mobil besar, baik bus maupun angkutan barang. Dia pun memberikan titik berat pengamanan jalur lalu lintas di kawasan tersebut demi keselamatan pengendara. “Karena lumayan menanjak ya kalau dari Tasik,” tutur dia. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.