Bus “Tayo” Berkeliaran di Wilayah Kota Tasik, Awak Angkot 05 Demo

628
0

KOTA TASIK – Puluhan sopir Angkutan Kota (Angkot) Tasik 05 jurusan Pancasila-Indihiang, unjuk rasa dan audiensi di halaman Kantor Dishub Kota Tasik, Selasa (10/12) pukul 08.45 WIB.

Aksi ini terkait semakin marakya kendaraan bus ‘Tayo’ yang beraksi di wilayah Kota Tasik.

Audiensi ini diikuti Ajat Sudrajat (Kabid Angkutan Dishub Kota Tasik, Irwan Nurahma (Ketua Organda Tasikmalaya), Soni (Perwakilan Polantas Polres Tasikmalaya Kota), Riki Sandi (Yayasan Maung Bodas/Tayo), Oih (Pengurus Angkot 05), Engkos (Pengurus Angkot 016), awak angkutan angkot 05 lainnya dan Kapolsek Indihiang, Kompol Moch Basori.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun, permasalahan Tayo dan angkot ini sudah terjadi sejak lama dan moment audiensi ini dilakukan sebagai jalan dan pintu masuk bagi Organda menuntaskan masalah tersebut.


Sedangkan Dishub tidak bisa menindak secara langsung soal ini, kalau dasarnya tidak jelas karena kewenangannya ada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Pemerintah daerah dalam era otonomi daerah memiliki kewenangan untuk mengatur secara mandiri angkutan kota di wilayahnya masing-masing. Mobil wisata yang formal baru ada yang diberikan oleh Gubernur kepada lembaga formal yaitu Organda melalui rekomendasi Dishub dan SK Walikota,” ujar Ketua Organda dalam pertemuan itu.

Terang dia, saat ini memang banyak terjadi mobil Tayo yang diseting sedemikian rupa dengan membawa muatan secara bebas yang diduga menggangu trayek angkutan kota formal.

“Mobil tayo kalau hanya sedikit dan peruntukannya sesuai akan bermanfaat dan tidak mengganggu trayek angkot, tetapi kalau mobil tayo sudah banyak dan mengambil muatan atau penumpang dari sekolah ke tujuan akhir, itu akan mengganggu trayek yang normal,” terangnya.

“Kalau ingin tetap berkelanjutan harus sesui fungsinya yaitu mobil wisata dengan route dari titik A kembali lagi ke titik A. Secara fisik tayo sudah menyalahi aturan dan aturan mainnya pun belum ada jadi operasionalnya ilegal maka operasionalnya harus hati hati jangan bersentuhan dengan angkutan yang legal,” sambungnya.

Salah seorang pengurus angkot 05 berharap dengan kasus ini adalah untuk mencari jalan terbaik bagaimana kedepan ada solusi terbaik agar dari pihak angkot bisa tidak merasa dirugikan.

“Yang legal adalah kami, dan tayo belum legal kalau pun ingin legal silahkan mengajukan secara formal. Angkot yang formal saja kaca gelap jadi masalah, harus melakukan KIR, dan lain-lainnya dengan aturan yang sangat ketat,” tuturnya.

Ipda Sony Alamsyah, Kanit Dikyasa dan Ipda Asror Gani, Kaur Min Lantas menuturkan, pihak kepolisisan berharap kejadian ini tidak berlarut-larut.

“Anggota kami bertindak sudah sesuai aturan tetapi malam saat operasi di Jalan HZ Mustofa ada tayo yang masuk ke Jalan HZ Mustofa. Maka kami perintahkan kepada anggota untuk menindaknya,” tegasnya.

Jelas dia, Tayo sebetulnya sudah mengubah bentuk dan di Jawa keberadaanya hanya ada di tempat-tempat tertentu yaitu di tempat objek wisata.

“Tayo menggunakan sirine dan lampu hazard seperti mobil polisi. Selain yang tidak terdaftar di Pemerintahan agar diimpentarisir serta jalurnya hanya tempat wisata saja. Kami menunggu bukan sampai akhir batas tetapi tindakan penertiban dan hukum tetap akan dilakukan khususnya bagi Tayo yang masuk di jalur angkot,” jelasnya.

Sedangkan Ajat Sudrajat, Kabid Angkutan Dishub Kota Tasikmalaya menandaskan, awalnya Tayo dan odong-odong adalah kendaraan rekreasi tetapi aturannya belum ada.

“Disaat operasionalnya masih sedikit mungkin tidak akan terasa oleh angkot, tetapi kalau populasinya sudah banyak akan terasa mengganggu kepada operasional angkot,” tandasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.