Butuh Ahli Lalin dan Transportasi

2
PANTAU PENGENDARA. Petugas Dishub Kota Tasikmalaya memberikan imbauan kepada pengendara jalan di ruang ATCS Dishub, Kamis (20/9).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BUNGURSARI – Pegawai ahli di bidang lalu lintas dan transportasi berdasarkan disiplin ilmunya masih belum ideal di Kota Tasikmalaya. Terlebih para pegawai ahli yang dimiliki sudah menempati jabatan menengah ke atas sehingga di bagian teknis sangat kurang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya H Aay Zaini Dahlan menyebutkan Dishub hanya memiliki sepuluh pegawai ahli di bidang lalu lintas dan angkutan.

Dua di antaranya masih magang. Sepuluh orang itu termasuk kepala dinas dan para kepala bidang. “Idealnya di tataran teknis juga harus ada. Minimal satu orang di setiap seksi,” tuturnya.

Ada enam seksi di bidang lalu lintas dan angkutan yang belum dipegang oleh petugas dari disiplin ilmu Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJ). Padahal, ini cukup penting untuk menjadikan lalu lintas dan transportasi Kota Tasikmalaya lebih baik. “Dengan kondisi ini, Kabid atau Kadis harus turun langsung untuk mengurus hal teknis jadi tidak efektif,” tuturnya.

Cukup disesalkan dalam formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS), Dishub hanya dapat kuota untuk tim penguji. Padahal, urusan lalu lintas dan angkutan perlu prioritas. “Mungkin dari BKN atau Kemenpan lebih melihat karena kekosongan petugas di pengujian. Padahal menurut kami ahli lalu lintas dan transportasi lebih dibutuhkan,” katanya.

Untuk sementara, memang belum ada kendala yang begitu signifikan. Namun, perbaikan kondisi lalu lintas dan transportasi di Kota Tasikmalaya akan terhambat. “Lagi pula kita juga kan perlu regenerasi,” ujarnya.

Beberapa pemerintah daerah sudah memiliki kerja sama dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Diharapkan ke depannya Pemkot Tasikmalaya pun melakukan hal serupa. “Kalau dulu kan STTD itu sama seperti IPDN langsung diangkat jadi pegawai (PNS), kalau sekarang tidak,” tuturnya. (rga)

loading...