Butuh Banyak Event dan Pengembangan Produk

30
0
MUSCAB PHRI. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya Aan Hadian (kiri) menghadiri Muscab PHRI di Hotel Ramayana Kecamatan Indihiang, Rabu (7/8).

INDIHIANG – Events besar di Kota Tasikmalaya yang bisa menarik pengunjung dari luar daerah dinilai masih minim. Hal ini menjadi kendala berkembangnya dunia usaha perhotelan, restoran dan pariwisata.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tasikmalaya Ajat Sudrajat mengatakan, Kota Resik memerlukan sesuatu yang memiliki daya tarik tinggi. Akan tetapi dia sadar potensi destinasi wisata alam yang ada tergolong minim. “Makanya perlu ada inovasi untuk bisa membuat orang yang datang ke Tasikmalaya punya keinginan untuk datang lagi,” kata dia kepada Radar usai Muscab PHRI di Hotel Ramayana, Rabu (7/8).

Menurutnya, banyaknya event besar punya potensi untuk mendatangkan pengunjung dalam jumlah besar. Akan tetapi, hanya sedikit event skala besar yang diselenggarakan di Tasikmalaya. “Event rutin pemerintah yang tergolong besar pun mungkin hanya TOF (Tasikmalaya October Festival),” ujarnya.

Kemampuan PHRI untuk membuat event pun cukup terbatas. Maka dari itu, dia mendorong supaya pemerintah lebih sering menyelenggarakan event yang bisa menarik wisatawan. “Setidaknya ketika masyarakat ingin menyelenggarakan event, prosesnya dipermudah,” tuturnya.

Di samping itu, kuliner yang banyak dibanggakan pun pada prinsipnya belum maksimal. Beda halnya dengan daerah-daerah wisata yang sudah memiliki makanan dan oleh-oleh khas. “Kita punya TO atau bakso, tapi belum pas untuk dijadikan oleh-oleh,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya Aan Hadian mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menyelenggarakan event besar yang banyak. Pasalnya, hal itu perlu didukung kemampuan anggaran yang memadai. “Kemampuan kita terbatas dengan anggaran,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya berupaya untuk merangkul events dari komunitas serta memberdayakan momen insidental. Di antaranya yakni Kota Tasikmalaya yang akan menjadi tuan rumah porda. “Karena kami juga berharap pariwisata Kota Tasikmalaya bisa terus berkembang,” tuturnya.

Kemarin, PHRI melakukan Musyawarah Cabang di Hotel Ramayana Kecamatan Indihiang. H Ajat Sudrajat kembali terpilih secara aklamasi memimpin organisasi tersebut. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.