Butuh Goal Gtter, 1 Chelsea vs Leicester 1

13
0
premierleague.com BERDUEL. Pemain Leicester City Jamie Vardy berduel dengan bek Chelsea Andreas Christensen pada Premier League, kemarin.

LONDON – Chelsea gagal meraih kemenangan dalam laga kandang pertama mereka di Premier League. The Blues seperti tak memiliki seorang goal getter untuk di area lawan.

Alhasil, anak-anak asuhan sang legenda klub, Frank Lampard ini dipaksa Leicester City berbagi angka di Stamford Bridge. Meski sempat memimpin lewat gol gelandang muda, Mason Mount di menit ke-7.

Namun, Chelsea kehilangan dua angka setelah Wilfred Ndidi menyamakan kedudukan di paruh kedua. Menerima umpan James Maddison, Ndidi menanduk bola untuk menaklukkan Kepa Arrizabalaga.

Melihat hasrat penonton dan penyambutan luar biasa kepada Lampard, ini jelas hasil yang sangat mengecewakan. Apalagi, ini kegagalan ketiga sang pelatih mempersembahkan kemenangan di kompetisi resmi setelah ditunjuk sebagai manajer The Blues menggantikan Maurizio Sarri.

Sejak musim 2012/2013, ini kali pertama manajer Chelsea tidak bisa memenangkan salah satu dari tiga pertandingan pertamanya. Dan tidak kalah buruk dari itu, hasil imbang 1-1 ini membuat Chelsea tertahan di papan bawah ini dengan hanya mengoleksi satu poin.

Kegagalan meraih satu pun kemenangan mempertegas bagaimana Chelsea kehilangan sosok Eden Hazard yang hengkang ke Real Madrid. Tanpa Hazard, Chelsea tampil kurang menggigit. Mereka sebenarnya mampu melepaskan setidaknya 14 tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran, akan tetapi Olivier Giroud, Pedro, Christian Pulisic, Tammy Abraham, hingga Willian tidak bisa menjadi membunuh The Foxes.

Lampard menyebut, hingga pertengahan babak pertama, anak asuhnya seharusnya mencetak dua atau bahkan tiga gol. “Tetapi kami tidak mengambil peluang itu. Itulah kisah musim kami sejauh ini. Kami harus lebih klinis, pasti. Itu yang menentukan. Kami harus bersabar karena kami sedang berusaha mencapai sesuatu,” ujarnya di BBC Sport.

Top skor sepanjang masa Chelsea itu menjelaskan, ketika mereka tidak bisa mencetak gol tambahan, semuanya menjadi lebih sulit. Alasannya, Leicester bisa mengembalikan kepercayaan diri mereka di babak kedua ketika pemainnya sudah meninggalkan terlalu banyak ruang bagi Jamie Vardy dkk.

“25 menit pertama adalah bagaimana kami ingin bermain, tetapi sisa pertandingan tidak seperti yang kami inginkan. Kami memberi mereka perasaan bahwa mereka masih berada dalam permainan karena kami tidak mencetak gol kedua itu,” jelas Lampard di situs klub.

Selain tanpa pemain dengan insting pembunuh, Lampard mengakui skuadnya sedikit kelelahan. Seperti diketahui, tiga hari sebelumnya, Chelsea harus bermain 120 menit menghadapi Liverpool di Piala Super Eropa. “Saya benci alasan kelelahan, tapi saya pikir itu adalah faktor di paruh kedua pertandingan,” tegasnya.

Meski membuat sejarah sebagai pemain Inggris pertama yang mencetak gol pada penampilan kandang pertamanya bersama Chelsea di Liga Premier sejak Paul Hughes melakukannya pada Januari 1997, Mason juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

“Jelas itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya untuk mencetak gol pertama saya di debut kandang, jadi itu sangat berarti bagi saya. Tapi secara keseluruhan, ini mengecewakan,” katanya ketika berbicara kepada program BBC Match of the Day 2.

Cukup beruntung hanya kebobolan satu gol di babak pertama, manajer Leicester Brendan Rodgers mengklaim anak asuhnya pantas membawa pulang tiga angka dari London. Bagi Rodgers, kinerja timnya di 45 menit kedua sangat luar biasa.

“Saya pikir kita seharusnya memenangkannya. Itu jelas awal yang sulit bagi kami dalam permainan. Frank (Lampard) mendapat reaksi hebat ketika dia kembali, yang memberi mereka momentum di awal pertandingan. Jadi kami harus bertahan di sana selama 10-15 menit awal. Tapi ku pikir setelah itu, kami mendapatkan kembali ketenangan kami,” katanya di Leicester Mercury.

Mantan pelatih Liverpool itu menyebut, babak kedua sepenuhnya menjadi milik timnya. Selain bertahan dengan baik, mereka juga bisa menciptakan peluang bagus, termasuk lewat Vardy di menit-menit akhir. “Saya sangat bangga dengan tim. Saya hanya merasa bahwa kita seharusnya memenangkan pertandingan,” kuncinya. (amr/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.