Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

Butuh Orang Berkualitas untuk Jadi PNS, Rekrut Tenaga Honorer Harus Dihentikan

3339
3

CIAMIS – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Sopwan Ismail SPSi mengatakan, persoalan honorer memang harus menjadi prioritas dalam pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Karena berkaitan dengan pengabdiannya yang sudah diberikan kepada pemerintah selam ini.

Namun, kata dia, untuk diangkat menjadi PNS pun harus dibutuhkan orang-orang yang berkualitas dan mempunyai kemampuan untuk ikut membangun daerah.

Maka dari itu, pemerintah pusat melakukan sistem tes untuk siapa pun yang ingin menjadi PNS. Sehingga bisa benar-benar terseleksi putra terbaik yang menjadi abdi negara.

Kata Sopwan, pihaknya mendorong kepada pemerintah daerah untuk mengangkat honorer baik K2 atau bukan, karena mereka layak diapresiasi. Walaupun pada akhirnya akan terbentur pada dua hal pokok. Pertama persetujuan pusat, kedua kesiapan kabupaten dengan pertimbangan kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga : Bupati Ciamis Perjuangkan Honorer Jadi PNS

Karena terkait rekrutmen honorer diatur dalam PP No 49/2018 bahwa Instansi Pemerintah dilarang melakukan rekrutmen tenaga honorer.

“Hal itu lah yang harus dipahami semuanya,” ujarnya kepada Radar, Kamis (14/5).

Ter­pisah, Koor­dina­tor Daerah  Perkum­pulan Honorer Kate­gori Dua Indonesia (PHK2I) Kabupaten Ciamis  Asep Wardiawan mengatakan, sudah sangat jelas sekali bahwa pengangkatan honorer, sukwan atau apa istilahnya tidak diperbolehkan.

Namun, kenyataannya saat ini jumlah honorer non K2 hampir 11.000 di Kabupaten Ciamis. Jelas itu tidak bisa diangkat ASN karena tidak ada payung hukum.

“Yang honorer K2 juga susah jadi PNS apalagi yang honorer non K2,” katanya.

Kata dia, diharapkan pemerintah mengutamakan honorer K2 dalam hal pengangkatan PNS. Namun, apabila lebih mementingkan di luar K2, pemerintah harus bersiap menerima gejolak dari honorer K2.

“Jangan sampai tebang pilih harus bereskan dulu honorer K2 sebelum yang lain,” harapnya.

Kemudian, SKPD harus membaca peraturan pemerintah tentang pengangkatan honorer atau istilah lain. Karena sampai hari ini masih ditemukan SKPD, OPD masih mengangkat honorer atau sukwan.

“Ini yang harus benar-benar diperhatikan agar tidak membeludak nantinya dan bisa menjadi beban APBD Kabupaten Ciamis ke depannya,” paparnya.

Baca Juga : Ojol Ciamis Keluhkan Tarif Kirim Paket Bansos

Ketua Paguyuban Honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Ciamis Any Radiani menyambut baik dengan respons bupati yang memperhatikan honorer K2 yang jumlahnya saat ini sudah ribuan orang. Namun, diharapkan adanya penyekat juga dari pemerintah daerahnya, karena bisa-bisa membeludak bila tidak ada aturan batasan menerima honorer atau sukwan di SKPD.

“Saya khawatir bila tidak ada pembatasan, kasihan juga kepada Pemerintah Ciamis, nantinya akan kerepotan menanganinya, karena saya perhatikan sekarang masih banyak sekolah atau SKPD menerima honorer,” pungkasnya. (isr)

loading...

3 KOMENTAR

  1. Pasal 96 nyatakan SESUDAH PP 49 TAHUN 2018 MEMANG DILARANG REKRUT TENAGA HONORER…..TAPI PERLU DIINGAT DALAM UU ASN YAKNI PEGAWAI INSTANSI PUSAT ITU APBN DAN PEGAWAI DAERAH DARI APBD……JIKA BEBAN DAERAH TIDAK KUAT YA MONGGO TIDAK USAH NGANGAT TENAGA HONORER…..TAPI KAN PUSAT ADA ANGGARAN KENAPA TIDAK BUKA REKRUTMEN…….ITU AMANAT PP 49 TAHUN 2018…..PEGAWAI YANG MULAI BEKERJA SEBELUM PP INI TETAP BOLEH BEKERJA MAKSIMAL 5 TAHUN. DAPAT DIANGKAT MENJADI PPPK SEPANJANG MEMENUHI SYARAT.

  2. Klo honorer guru masih bisa ditampung disekolah sekolah swasta, dan hrus mmbuktikan kinerja nys disekola2 swasta jdi nnti berganti status klo.mngajar di sekolah swaata bukan lagi honorer/sukwan tapi sudah mnjadi guru tetap yayasan atau guru swasta profesional…..

  3. Kalau satu sekolah guru PNSnya hanya kepala sekolah dan 1 gutu kelas dan tidak ada honorer seperti apa KBMnya kira kira, jang sok pinterlah pahsmi realita di lapangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.