Butuh Peneliti Ahli Situs

16

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis membutuhkan tenaga ahli yang mampu meneliti situs-situs peninggalan sejarah dan kepurbakalaan. Selama ini, Ciamis masih mengandalkan tenaga ahli dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, Banten.

Tenaga ahli ini sangat penting lantaran di Ciamis banyak peninggalan-peninggalan sejarah dan kepurbakalaan. Sekarang yang baru tercatat hanya 160 situs. Situs yang belum tergali kurang lebih bisa mencapai 400 situs. Adapun biaya penelitian situs itu tidak murah. “Satu penelitian situs peninggalan sejarah juga biaya penelitiannya sampai Rp 180 juta,” terang Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpora Kabupaten Ciamis Dede Hermawan kepada Radar, Rabu (7/11).

Sesuatu yang bisa disebut situs itu, kata Dede, berbentuk bangunan atau petilasan yang usianya di atas 50 tahun dan bernilai sejarah. Seperti Karangkamulyan di Kecamatan Cijeungjing, Jambansari di Kecamatan Ciamis dan Astana Gede Kecamatan Kawali yang ada juru kuncinya. “Bahkan bila peninggalan Belanda juga bisa masuk kepada cagar budaya,” ungkapnya.

Mengenai petilasan, menurut Dede, bisa saja peninggalan para pe­muka agama dari luar dae­rah yang menyebarkan agama Is­lam. Petilasan di Ciamis cukup ba­nyak. Seperti petilasan pe­muka agama dari Cirebon yang menyebarkan Islam dan me­ninggal di Ciamis. Ada juga pe­tilasan Prabu Siliwangi saat sing­gah bertapa di Ciamis. “Di Ka­bupaten Ciamis ini banyak pe­ning­galan yang memang be­lum tergali semuanya,” paparnya. (isr)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.