GM FKPPI: Pembentukan Karakter Sangat Penting untuk Generasi Muda

Butuh Timsus Berantas LGBT

24

SINGAPARNA – Menyikapi fenomena lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dalam grup Facebook dengan nama akun Gay Singaparna dan Gay Ciawi Panumbangan dibutuhkan tim khusus (timsus) yang melibatkan semua unsur. Hal itu diungkapkan Ketua Generasi Muda (GM) FKPPI Kabupaten Tasikmalaya Dr H Iwan Saputra SE kepada Radar, Kamis (11/10).

Iwan menjelaskan dengan beraninya kaum LGBT memunculkan jati diri melalui media sosial ini sudah merupakan warning bagi pemerintah daerah untuk bertindak ekstra. Sehingga fenomena ini tidak menjadi gerakan yang akan membahayakan generasi muda.

“Ya sekarang butuh ada tim khusus dengan tindakan yang ekstraordinary dari pemerintah dan semua unsur. Nantinya dari organisasi, ulama, keluarga dan unsur lainnya terlibat dalam penyelesaian permasalahan ini. Karena fenomena ini harus dilawan dengan gerakan masyarakat,” ujarnya.

Gerakan yang bisa dilakukan, kata dia, seperti tidak memberikan ruang terhadap hal-hal yang berperilaku tidak normal. Dengan demikian tidak ada ruang yang bisa dimanfaatkan oleh kaum tersebut untuk menunjukkan jati dirinya.

“Kemudian yang paling penting adalah pembentukan karakter generasi muda. Sehingga mereka tidak terjerumus kepada hal negatif. Dalam hal ini peran keluarga sangat penting untuk membentuk karakter anaknya,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Tasikmalaya H Budi Mahmud Saputra mengaku sepakat untuk dibentuknya tim khusus dalam penyelesaian fenomena LGBT. Sehingga semua unsur terkait bisa terlibat, karena persoalan seperti ini tanggung jawab bersama. Dengan hadirnya tim khusus akan lebih fokus dalam menyelesaikan permasalahan ini. “Semua unsur harus terlibat dalam menuntaskan fenomena ini,” katanya.

Menyikapi fenomena ini, kata dia pemerintah daerah harus mampu menyalurkan potensi generasi muda kepada hal positif. Sehingga mereka tidak terjerumus kepada hal yang menyimpang. “Saya kira ini hanya dampaknya. Sedangkan penyebabnya harus kita cari dan selesaikan” terangnya.

Perwakilan keluarga besar Pondok Pesantren KH Zainal Musthafa Sukamanah Ir Nanang Nurjamil MM mengatakan prihatin dengan munculnya fenomena LGBT di media sosial. Bahkan konten-konten yang dimun­culkannya terlalu vulgar.

Menyikapi hal ini pemerintah jangan tinggal diam dan harus segera mengambil kebijakan tegas. “Menurut saya selain memblokir akun medsos harus ada tim khusus yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Pendidikan, Polres, MUI, KPAID dan ormas yang fokus pada permasalahan LGBT,” terangnya. Selain itu, harus ada konsep menyiapkan program rehablitasi bagi kaum-kaum yang terjerumus kepada LGBT.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna SE meminta pemerintah daerah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan fenomena LGBT. Karena kalau hanya mengandalkan satu dinas dan lembaga lainnya tidak akan maksimal. Berbeda dengan melibatkan semua unsur untuk penanganannya. “Saya setuju jika ada tim khusus yang menangani soal pencegahan dan penanganan LGBT,” tan­dasnya. (yfi/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.