Cabor Selam Kabupaten Tasik Raih 8 Medali di Kejurda Jabar

82
0
Atlet selam bersama pelatih teknik, pelatih fisik, manager setelah mengikuti Kejurda di Cirebon Minggu Lalu

TASIK – Atlet Selam Pengcab Kabupaten Tasik berhasil meraih 8 medali pada kejuaraan selam antar Pengcab se Jawa Barat (Jabar) yang digelar oleh Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Barat di Cirebon, 5 hingga 8 Desember 2020.

Hally Kemal Pasya, Ketua POSSI Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 4 atlet pada kejuaraan daerah yang diselenggarakan beberapa minggu lalu itu.

Diantaranya, 3 atlet puteri atas nama Fitriyani Ayuni Lestari (12), Syala Nursafa Jajuar (13), Naura Azahra Putri (12) dan seorang atlet putera atas nama Muhammad Reza (16).

“Alhamdulillah kita bisa membawa pulang 8 medali, dengan rincian 3 medali emas, 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Itu diraih dari berbagai nomor, yakni nomor 50 meter apnea, nomor 100 meter surfac dan nomor 50 meter bifins,” ujarnya kepada Radar, Jum’at (18/12).

Hally mengungkapkan, khusus untuk Fitriyani memborong 3 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu dari semua nomor.

Sekaligus juga merupakan atlet selam tercepat, mengalahkan juara Pekan Olahraga Daerah (PORDA) tahun 2018 lalu dan juga atlet Babak Kualifiksi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) di Pasuruan.

Ia hanya menorehkan waktu 18 detik untuk nomor 50 meter apean dan bifins.

“Di Indonesia baru ada 5 orang yang atlet puterinya mencatatkan waktu 18 detik. Ini untuk proyeksi Kejurda sebetulnya tinggal mempertahankan dan meningkatkan, kita prioritas untuk PORPROV tahun 2022 mendatang,” papar dia.

Hally menyebutkan, sejak sekarang selama 2 tahun ke depan, pihaknya mempersiapkan para atlet untuk bisa berkontribusi dan menyumbang raihan medali emas pada PORPROV yang akan datang.

Minimal bisa mempertahankan, seperti pada PORDA tahun 2018 lalu di Bogor. Cabor selam mendapatkan 2 medali emas, 4 perak dan 3 perunggu.

Mudah-mudahan minimal bisa mempertahankan raihan medali seperti pada PORDA sebelumnya, karena masih ada waktu untuk persiapan agar bisa terus menggali potensi yang lain agar bisa lebih mendapatkan medali seperti sebelumnya.

“Untuk PORPROV tahun 2022 mendatang kita siapkan sebanyak
10 atlet selam. Sebanyak 5 atlet putera dan 5 atlet perempuan. Yang terlihat cukup berpotensi ada di atlet perempuan untuk nomor perseorangan, sedangkan yang lainnya disipkan untuk nomor beregu estafet,” paparnya.

Terang Hally, Ia telah melakukan pembinaan atlet yang potensi di daerah mulai dari nol.

Mereka dilatih di kolam renang Dadaha, rencana beberapa waktu ke depan akan melakukan latih tanding sparing partner ke Jawa Timur.

Karena disana merupakan barometer selam, untuk mentransfer ilmu termasuk para pelatih fisik dan teknik dikirim ke Jawa Timur.

Lanjut dia, masih banyak yang dinilai masih kurang dari para atlet.

Diantaranya seperti jam terbang dan pengalaman, karena memang betul-betul berangkat dari atlet binaan sendiri atau atlet junior.

Yang paling utama adalah pengalaman mengikuti lomba setingkat nasional disertai dengan upaya kita menyiapkan alat-alat yang bisa menunjang teknologi.

“Karena selam itu merupakan olahraga yang harus bisa menyesuaikan dengan teknologi,” tegasnya.

Sejauh ini tambah Hally, semaksimal mungkin dengan bantuan dari pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui KONI cabang olahraga menyiapakn atlet dengan alat yang paling memenuhi syarat.

Meskipun dari berbagai cara yang penting mendapatkan alat untuk menunjang prestasi atlet, minimal dalam berlarih dan bertanding.

“Alat selam itu cukup mahal, kalaupun pesan harus mendatangkan dari Rusia atau Ukraina atau pling dekat dari China. Tapi alhamdulillah atlet binaan serta pelatih asli dari Kabupaten Tasikmalaya dan tenyata bisa mampu bersaing dengan kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat,” beber dia.

Dadang Purnawirawan salah satu orang tua atlet mengaku telah melihat potensi yang dimiliki oleh anaknya itu sejak menginjak bangku SD.

Sebetulnya anaknya bisa berenang dan kini baru satu tahun ditarik menjadi atlet selam.

“Sebagai orang tua tentunya saya sangat mendukung dan mensupport anak saya yang kini menjadi salah satu atlet selam di Kabupaten Tasikmalaya. Saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Tasik dan KONI yang telah memperhatikan dengan memberikan reward,” ucapnya.

Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Kabupaten Tasikmalaya Maman Dali mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh atlet selam.

Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih meningkat lagi prestasinya, sehingga di PORPROV 2022 bisa meraih prestasi terbaik.

“KONI dan Cabor akan memprogramkan peningkatan pelatihan dengan mengirim atlet ke Surabaya. Diharapkan bisa meningkatkan prestasi, sehingga dapat mempertahankan prestasi cabor selam serta dalam memberikan kontribusi bisa berlanjut,” ungkapnya.

KONI sendiri, pada PORPROV 2022 mendatang telah menargetkan pada cabor selam ini minimal dapat mempertahankan prestasi yang diraih pada PORDA sebelumnya.

Namun diharapkan bisa meningkatkan dalam memberikan kontrobusi raihan medali cabor selam pada PORPROV XIV tahun 2022.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.