Cacing Hati Sulit Dideteksi

7

PARIGI – Tim pemeriksaan hewan kurban dari Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menemukan cacing hati pada dua dari tiga sapi kurban di Setda Kabupaten Pangandaran.
Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran drh Idham mengatakan walaupun dua sapi kurban tersebut terkena cacing hati, dagingnya tetap layak dikonsumsi. ”Cuma hatinya kita ambil dan langsung dikubur. Tidak boleh dikonsumsi,” terangnya Rabu (22/8).

Lanjut dia, jika hati sapi yang terkena cacing tersebut dipaksakan dikonsumsi, maka dikhawatirkan bisa menular. ”Pada dasarnya itu tidak boleh dimakan, walaupun dngan teknis memasak apapun,” ujarnya.

Menurut dia, kedua sapi kurban tersebut dibeli dari Wonoharjo dan Cijulang. Sebelum dipotong kedua hewan kurban itu memang sulit dideteksi terkena cacing hati. ”Kita bisa mengetahuinya setelah disembelih dan dilihat organ dalamnya. Kalau dilihat dari fisiknya saja, itu tidak mungkin terdeteksi,” ucapnya.

Tahun lalu, pihaknya juga sempat menemukan hewan kurban di Setda Pangandaran yang terkena cacing hati. ”Iya tahun kemarin kita juga menemukan satu hewan kurban dengan kasus yang sama,” jelasnya.

Selain di Setda Pangandaran, pihaknya juga melakukan pemeriksaan di beberapa tempat. ”Di Karang Benda dan beberapa tim yang tersebar di sepuluh kecamatan,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa penyebab hewan kurban terkena cacing hati karena pemberian pakan atau rumput yang terlalu pagi. ”Maksudnya pakan itu tidak dikeringkan atau terlalu pagi sehingga menyebabkan cacing hati,” bebernya.

Salah seorang penerima daging hewan kurban Ateng (50) mengaku tidak khawatir untuk mengonsumsi daging sapi tersebut. ”Saya sih tidak ragu untuk mengonsumsinya,” pungkasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.