Calon Harus Siap Kalah dan Menang

116
0
JAGA KONDUSIVITAS. Wali Kota Drs H Budi Budiman, Sekda H Ivan Dicksan serta Komandan Unit Intel Kodim 0612/Tasikmalaya Letda Inf Mirhamdi Siregar talkshow di Studio Radar TV Tasikmalaya tadi malam. Firgiawan / Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan pesta demokrasi yang jatuh pada 17 April 2019 mendatang akan berjalan aman dan tertib.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman optimis pesta demokrasi yang terdiri dari pemilihan legislatif daerah, provinsi dan RI, serta DPD dan presiden akan berjalan sukses. Melihat upaya sosialisasi penyelenggara yang cukup masif ke berbagai representasi masyarakat.

“Bahkan tadi pagi sudah diselenggarakan apel siaga bersama seluruh stakeholder. Insyaallah akan berjalan damai dan aman,” ucapnya saat talkshow di Studio Radar TV Tasikmalaya, Jumat (22/3).

Menurutnya, target partisipasi masyarakat dalam kontestasi pemilu akan terpenuhi. Melihat antusias masyarakat selama ini selalu melampaui sasaran persentase. “KPU kita target 80 persenan, saya taksir bisa lebih. Semoga tetap menjaga tingkat partisipasi yang selalu mendapat predikat terbaik se-Jawa Barat,” tuturnya.

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya, kata dia, terdapat sekitar 484 ribu pemilih. Dari data penduduk yang sudah melaksanakan perekaman E-KTP sekitar 714 ribu. Di samping itu ada 4.575 warga yang pada 17 April mendatang harus didorong perekaman lantaran memasuki usia 17 tahun dan berhak menggunakan hak pilih di TPS. “Harus kita penuhi hak demokrasinya, maka layanan Disdukcapil kita terus push, Sabtu dan Minggu tetap buka pelayanan. Tingkat partisipasi yang penuh semakin melegitimasi calon pemimpin berkontestasi di pemilu itu sendiri,” terangnya.

Loading...

Di sisi lain, Budi menyadari animo masyarakat di pemilu kali ini cenderung memantau pertarungan Pemilihan Presiden. Apalagi, tengah menjadi trending topic dan perbincangan di semua kalangan, dibanding kontestasi pemilihan legislatif. “Maka saya sarankan caleg lebih bersilaturahmi dan mengedepankan sosialisasi edukatif. Sampaikan visi misi dengan baik supaya masyarakat antusias menggunakan hak pilih dan menggunakan hati nurani. Siapa pun nantinya pemenang Pileg, Pilpres, itulah yang terbaik bagi bangsa,” paparnya menjelaskan.

Ada pun potensi gesekan saat hasil pemilihan diekspos usai pencoblosan? Budi meminta para calon di daerah bisa bersikap arif dan mengedepankan jiwa negarawan. Menghormati kalah atau pun menang hasil raihan suara diumumkan. “Supaya tidak ada gejolak, para calon harus siap kalah dan menang. Pengalaman saya Pilkada 3 kali memang dorongan untuk bergerak itu dari tim sukses. Ketika calonnya adem, legowo insyaallah tidak terjadi gesekan,” tuturnya.

Budi menekankan lagi-lagi media sosial harus disikapi dengan bijak. Mengingat saat ini informasi terbilang mendominasi dari facebook, instagram mau pun youtube. Semua kalangan dapat mengakses dan perlu ekstra hati-hati dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. “Medsos saya minta harus diwaspadai, konten yang harus diperhatikan jangan mudah terprovokasi. Kenali sumbernya, dari mana beritanya. Termasuk masyarakat jangan ikut atau saling menjeleklan,” ujarnya berharap.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan meminta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot bisa menjaga netralitas. Baik wali, wakil, dirinya beserta para asisten daerah sering mengingatkan supaya menggunakan hak pilih sebaik-baiknya dan jangan sampai terlibat aktivitas politik. “Saya selaku ketua Korpri juga selalu ingatkan. PNS punya hak pilih tetapi harus netral jangan terlibat aktivitas politik,” ucapnya menegaskan.

Di samping itu, PNS yang sering berswafoto di media sosial untuk hati-hati. Jangan sampai persoalan sepele dan tidak sengaja menyeret aparatur negara dalam persoalan netralitas. “Tingkatkan saja pelayanan jam kinerja. Jaga sikap dan perilaku di masa perpolitikan. Jangan sampai hal tidak sengaja seperti selfie-selfie malah berujung persoalan,” imbau Ivan.

Selama ini, kata dia, beberapa PNS yang sempat terindikasi bersikap tidak netral langsung disikapi dan klarifikasi. Termasuk mengingatkan pimpinan instansi di mana PNS tersebut bekerja untuk melaksanakan pembinaan dan pengawasan. “Sebab, kebanyakan tidak sengaja atau reflek. Maka kita tidak bosan ingatkan hati-hati simbol jari apalagi sampai ada atribut berbau politik,” tuturnya.

Komandan Unit Intel Kodim 0612/Tasikmalaya Letda Inf Mirhamdi Siregar menilai suasana masyarakat saat ini relatif aman. Mengingat sinergitas TNI dan Polri terbilang baik, mulai dari patroli rutin setiap malam dan imbauan terhadap masyarakat turut menjaga kondusivitas. “Di pos ronda juga kita imbau, supaya warga yang berjaga meningkatkan keamanan dan pengawasan. Sebab, kami yakin ketika masyarakat terlibat dan partisipatif menjaga keamanan di wilayahnya otomatis akan terjaga,” ucapnya membeberkan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.