Mewujudkan Kota Tasikmalaya ODF 2022

Camat-Lurah Harus Alokasikan Dana Sanitasi

120
0
JAWARA ODF 2019. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman bersama para tamu undangan melaksanakan Launching Jawara ODF 2019 Menuju Sanitasi Aman di Hotel Horison, Senin (25/3). (firgiawan / radartasikmalaya.com)
Loading...

CIHIDEUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan organisasi pembangunan Belanda Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) mengadakan Launching Jawara ODF 2019 Menuju Sanitasi Aman (Saniman) di Hotel Horison Tasikmalaya, Senin (25/3).

Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai Kota Open Defecation Free (ODF) 2022 atau terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS).

Untuk mewujudkan Kota ODF 2022, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menginstruksikan para lurah dan camat mengalokasikan dana khusus untuk program sanitasi seperti ODF yang diselenggarakan oleh Dinkes.

Menurut Budi, Kota Tasikmalaya bisa disebut kota bermartabat apabila sanitasinya baik atau aman. “Kami mendorong supaya Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK), kemudian dana kelurahan, termasuk instansi pemerintah menganggarkan untuk program berkaitan sanitasi supaya dalam mewujudkan Kota Tasik ODF di 2022 segera tercapai,” ujar Budi saat membuka Launching Jawara ODF 2019 di Hotel Horison.

Budi meminta semua pihak bersama-sama membenahi lingkungan masing-masing. Saat ini, di Kota Resik masih ada sekitar 40 persen kepala keluarga (KK) yang belum memiliki sanitasi aman.

Loading...

“Baru tiga kelurahan yang dideklarasikan sebagai ODF atau warganya tidak buang air besar sembarangan. Kami targetkan 2022 semua kelurahan bebas dari kebiasaan tersebut (BABS, Red.),” tuturnya.

Menurut Budi, persoalan yang perlu diperhatikan bersama bukan hanya masalah jamban sehat, tetapi juga mengenai limbah domestik yang masih dialirkan oleh masyarakat ke sungai-sungai.

“Saya yakin tidak ada sungai kita yang steril. Maka kami mendorong di akhir masa jabatan nanti terwujud sebutan Budi ODF, sebab Budi hotmix sudah tercapai di periode lalu,” tutur Budi dalam sambutannya yang mengundang applause dan tawa para tamu undangan.

Dia menjelaskan, urusan sanitasi bukan hanya berkaitan dengan infrastruktur, melainkan pentingnya kesadaran dan perubahan karakter masyarakat agar memiliki akses sanitasi yang baik. Maka dari itu, dia mendorong Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) mengerahkan diri untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait ODF.

“Kita semua berbagi peran, unsur masyarakat juga penting memberikan sosialisasi kaitan ODF. Saya yakin tidak semua warga memahami dan mengetahui kaitan sanitasi yang layak dan sehat,” ucapnya.

Diwawancara wartawan, Budi menyebut kualitas kesehatan masyarakat saat ini sudah mengarah pada aspek lingkungan seperti halnya ODF dan sanitasi yang aman.

“Kita akan membuktikan political will dengan penganggaran bagi Dinas Kesehatan dan dinas terkait dalam mewujudkan Kota ODF 2022. Nanti kita anggarkan supaya sisa 40 persen masyarakat bisa miliki akses sanitasi aman,” ujar dia.

Dia menganalisis ketika kota semakin padat dengan tingginya aktivitas warga luar daerah, baik pekerja, pelajar maupun pengusaha, tentu akan berdampak terhadap lingkungan yang aman.

Untuk itu, pelaksanaan program ODF sangat penting supaya masyarakat dapat terhindar dari dampak negatif akibat akses sanitasi atau jamban yang tidak sehat.

“Nanti dampaknya stunting atau penyakit lainnya. Insyaallah ketika lingkungan sehat, masyarakat pun akan sehat. Derajat dan martabat kota akan meningkat,” kata dia.

Diwawancara terpisah, Camat Purbaratu Odang Saepudin menyatakan siap mengalokasikan anggaran untuk program sanitasi. Dia juga menargetkan ada salah satu kelurahan di wilayahnya yang bisa menjadi kelurahan ODF.

“Sudah ada goodwill dari Pak Wali, maka mari bersama-sama bersinergi mewujudkan daerah yang memiliki sanitasi aman,” ucapnya.

Camat Cipedes Sofyan ZM menuturkan, target pemkot mewujudkan Kota Tasikmalaya ODF di 2022 perlu didorong semua pihak. Apalagi sanitasi yang baik akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Perlu disadari, pentingnya memiliki akses sanitasi yang baik. Kita siap untuk bersinergi dalam mengejar target 2022 sanitasi aman,” kata dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.