Cara Penyuluhan Pencegahan Penyebaran Covid-19 dari Lembur Madani Kota Tasik

91
0
STOP COVID-19. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Radar Tasikmalaya dan Lembur Madani melaksanakan monitoring dan evaluasi penanganan Covid-19 di studio Radar TV Tasikmalaya pada Selasa, (17/11). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
Loading...

CIHIDEUNG – Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya bekerjasama Radar Tasikmalaya melaksanakan monitoring dan evaluasi penyuluh Covid-19 dari Lembur Madani.

Kegiatan ini bertujuan sebagai tanggap pembenahan darurat kesehatan, Selasa (17/11).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana mengatakan keberhasilan penyuluh dalam promosi kesehatan kepada masyarakat untuk pencegahan Covid-19, kuncinya evaluasi dan pelatihan kembali.

Oleh karena itu, ada 10 peserta yang mengikutinya dari penyuluh Covid-19 Lembur Madani.

“Tujuannya untuk mengetahui cara penyuluhan pencegahan penyebaran Covid-19 dari Lembur Madani. Sehingga bisa langsung di monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan penyuluhan mereka dengan metode yang menarik, cerdas, aktif, kreatif, dan produktif,” katanya.

Menurutnya, penyuluh harus berperan strategis memperjuangkan dalam melawan Covid-19. Maka pihaknya selalu mengajak terus menerapkan perilaku disiplin 3M, yaitu memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Untuk meminimalisir terpaparnya Covid-19 harus terus memusuhi virusnya dengan cara 3M,” ungkapnya.

Loading...

Selanjutnya, kata dia, penyuluh harus memiliki pemahaman tentang 3T dan 3K.

Tujuannya, ketika memberikan informasi adanya di lingkungannya terkonfirmasi Covid-19 tidak terjadi stigma negatif.

“Nantinya ketika di lingkungan ada yang terkonfirmasi positif harus jujur, sehingga bisa melakukan 3T. Atau melakukan pengujian, pelacakan, kemudian tindakan pengobatan atau perawatan kepada orang yang terpapar virus tersebut,” katanya.

Setelah itu, pasien terkonfirmasi Covid-19 agar cepat sembuh, penyuluh mau memberikan pesan positif 3K. Yaitu pertama kaji informasi, maka pastikan informasi yang mereka dapat positif. Kedua, kelola emosi dengan mengatur seluruh emosi sehingga lebih rileks, tenang, dan lebih nyaman sehingga punya kekuatan untuk melawan penyakit yang menyerang imunitas tubuh tersebut.

“Ketiga, kembangkan sumber daya. Artinya mencari hobi atau sesuatu yang menyenangkan bisa membantu masyarakat menjadi lebih baik dan lebih sehat. Serta lebih mampu menghadapi situasi sulit seperti saat pandemi Covid-19 sekarang ini,” ujarnya.

Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Cucu Suryani meminta penyuluh itu beda dengan pidato, orasi dan ceramah.

Baca juga : Goweser Kota Tasik Segera Punya Jalur Khusus

Oleh karena itu, harus mempunyai konsep yang menarik dan interaktif dalam memberikan pelayanan promosi kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Seperti menggunakan bahasa mudah dipahami dan menciptakan suasana komunikatif, sehingga pesan promosi kesehatan tersampaikan,” ujarnya.

Dengan memiliki teknik penyuluhan baik, sambung dia, mereka semakin berkualitas. Tentunya, dalam memberikan pemahaman masyarakat untuk disiplin memakai protokol kesehatan.

Salah satu peserta monitoring, dari Lembur Madani Sumur Gede Kawalu, Ipah Saripah menyampaikan sebagai penyuluh harus mengambil peran untuk mendedikasikan ilmu dan tenaganya dalam berupaya memutuskan mata rantai Covid-19. (riz)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.