Beranda Honda Cari Aman Berkendara Saat Perjalanan Mudik

Cari Aman Berkendara Saat Perjalanan Mudik

60
0
BERBAGI
Safety Riding DAM

BANDUNG – Tradisi mudik lebaran yang rutin dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama yang berkendara roda dua, wajib memperhatikan beberapa aspek seperti keamanan, kenyamanan untuk keselamatan.

Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Motora (DAM) Asep Wawan mengatakan, mudik lebaran menggunakan sepeda motor dengan jarak yang jauh memerlukan persiapan matang dengan memperhatikan keamanan dan kenyaman.

Mulai dari kesehatan pengendara, perlengkapan berkendara, sampai dengan sepeda motor yang akan digunakan untuk mudik.

Perlengkapan berkendara sangatlah penting untuk diperhatikan ketika mudik mulai dari helm, jaket dan sarung tangan.

Baik pengemudi maupun penumpang mempunyai resiko yang sama bila terjadi kecelakaan, untuk itu penumpang pun termasuk anak-anak wajib menggunakan perlengkapan berkendara yang baik dan aman.

Hal ini sejalan dengan kampanye #Cari_Aman yang diharapkan dapat memberikan prespektif baru kepada para pemudik tidak hanya akan membuat Anda aman saat berkendara, tetapi juga dapat membuat Anda terlihat lebih menarik, keren, dan stylish.

Tak hanya perlengkapan berkendara, pastikan keadaan sepeda motor yang akan digunakan untuk perjalanan mudik dalam keadaan prima.

Disarankan membawa motor Honda Anda ke AHASS untuk melakukan service lengkap sebelum mudik. Selanjutnya cek semua perlengkapan surat-surat seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kendalikan kecepatan kendaraan disesuaikan dengan rambu-rambu batas kecepatan yang diijinkan, rata-rata kecepatan maksimal nya antara 40 km/jam sampai 60 km/jam.

Perlu diperhatikan lamanya berkendara sepeda motor tergantung dari kondisi fisik pengemudi, rata-rata waktu yang dapat ditempuh sekitar 2 sampai 2,5 jam perjalanan lakukan istirahat secukupnya.

“Sepeda motor yang digunakan untuk mudik tidak disarankan membawa barang-barang terlalu banyak, apalagi ditambahkan dengan dudukan barang ke belakang kendaraan melebihi spakbor roda belakang sangat bahaya.

Hal tersebut membuat bobot kendaraan cenderung berat ke belakang, sehinggan setang kemudi menjadi sulit untuk dikendalikan dan lampu rem akan tertutup barang.

Perhatikan juga kapasitas daya angkut sepeda motor agar tidak mengganggu pengoperasian sepeda motor ketika digunakan saat mudik sehingga terhindar dari kecelakaan,” pungkas Asep. (rls)

loading...

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.