Cari Pelatih Bermental Juara

15
0

BANDUNG –  Sejumlah nama pelatih ternama bermunculan seiring dipecatnya Mario Gomez. Setidaknya ada empat nama yang berhembus kencang untuk menggantikan pelatih asal Argentina itu.

Pertama, Simon McMenemy, mantan pelatih Bhayangkara FC. Wajar jika nama pelatih asal Skotlandia itu mencuat ke publik karena berhasil membawa timnya menjadi juara pada tahun 2017 dan membawa The Guardians finis di posisi ketiga musim ini.

Kedua, ada nama mantan pelatih timnas Indonesia, Luis Milla. Saat ini pelatih asal Spanyol tersebut memang tidak mempunyai klub selepas tidak memperpanjang kontraknya dengan timnas.

Lalu ada nama Robert Albert. Pelatih asal Belanda itu diyakini akan sukses bersama Persib. Pasalnya selama membesut PSM Makassar selalu konsisten di tiga besar Liga Indonesia. Dan ia pun sudah hafal kultur liga Indonesia.

Kemudian ada nama Kiatisuk Senamuang. Pelatih asal Thailand tersebut sudah beberapa musim santer dikabarkan akan menjadi pelatih tim kebanggaan bobotoh ini.

Saat dikonfirmasi kepada manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), saat ini pihaknya sedang bergerak cepat untuk mencari pelatih. “Pokoknya sedang bergerak cepat, karena kita ingin segera ada pelatih, ” kata salah satu PT PBB Kuswara S Taryono, Jumat (14/12).

Kuswara menegaskan saat ini pihaknya memang sedang menggodog siapa pelatih terbaik mendampingi Maung Bandung di musim depan.

“Kita manajemen menginginkan yang terbaik. Karena tetap targetnya musim depan juara. Jadi sabar saja, mudah-mudahan segera mendapat pelatih yang terbaik,” katanya.

Gomez Banyak Kesalahan

Cinta bertepuk sebelah tangan dialami Mario Gomez. Pelatih asal Argentina tersebut masih ingin membesut Persib Bandung.

Namun, manejemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) memutus kontraknya. Padahal kontraknya masih menyisakan durasi sampai musim depan.

Awalnya, Persib merekrut Mario Gomez sebagai pelatih anyar sejak Desember 2017. Pengalamannya sebagai asisten Hector Cuper di Inter Milan serta menangani beberapa klub, baik di kawasan Asia maupun Amerika Selatan jadi salah satu pertimbangannya.

Terlebih, sebelum menangani Persib, pelatih berusia 61 tahun itu juga mengukir prestasi membanggakan di Malaysia bersama klub Johor Darul Ta’zim (JDT). Ia membawa JDT meraih gelar Liga Super Malaysia 2015 dan memenangkan Piala AFC 2015.

Sayang, harapan Persib untuk meraih prestasi membanggakan bersama Mario Gomez tak terwujud. Pada akhirnya, tim Maung Bandung pun memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan Mario Gomez.

Direktur PT PBB Teddy Tjahjono menuturkan pemutusan kontrak Gimez bukan tanpa alasan. Pria 61 tahun banyak melakukan kesalahan.

Sepanjang melatih Persib, Mario Gomez memang kerap melakukan kesalahan yang mungkin jadi bahan pertimbangan manajemen untuk melepasnya. “Gomez melakukan kesalahan. Memang secara prestasi  dia bagus. Tapi attitude-nya yang tidak bagus,” ujarnya.

Gomez termasuk salah satu sosok kontroversial, banyak komentarnya yang membuat panas kuping manajemen. Menjelang akhir musim, Gomez pernah mengkritik sikap manajemen yang dinilainya tidak peduli dengan kondisi sulit yang tengah dialami Maung Bandung.

Kondisinya kala itu Persib tengah menjalani sanksi larangan menggelar laga kandang di Pulau Jawa dengan tanpa penonton hingga akhir musim. Situasi sulit tentunya bagi Persib, hingga performa mereka pun menurun dan terlempar dari persaingan juara.

Gomez menilai, manajemen seakan acuh dengan kondisi Persib. Dia bahkan menyebut tidak ingin bertahan di Persib andai di jajaran manajemen masih ada nama Glen Sugita (Dirut PT PBB) dan Teddy Tjahyono.

Manajer Persib, Umuh Muchtar pun sebelumnya pernah mengatakan komentar tersebut merupakan kesalahan fatal Gomez. (pra)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.