Cari Petunjuk Lewat CCTV Polisi Dalami Kasus Jambret Terhadap Tokoh Sukaratu Tasikmalaya

31

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Polisi masih menyelidikan kasus percobaan perampasan terhadap tokoh Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya Ismet Prihatin (40) bersama keluarganya. Polisi mengaku sudah mengantongi video CCTV sebagai bahan petunjuk mengungkap kasus tersebut.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf SIK SH mengatakan belum mendapat gambaran terkait pelaku percobaan perampasan yang terjadi di Jalan Dewi Sartika Kota Tasikmalaya itu. Namun pihaknya sudah mengantongi video CCTV yang menjadi bahan penyelidikan. “Pokoknya kita sudah mengamankan video CCTV sebagai petunjuk,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (12/10).

Disinggung dugaan motif pelaku, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lebih detail. Karena perlu pendalaman terlebih dahulu. “Nanti kita lihat hasil penyelidikan seperti apa,” terangnya.

Febry pun meminta kerjasama dari masyarakat jika memiliki informasi seputar kejadian atau ciri-ciri pelaku. Supaya bisa memudahkan petugas dalam mengungkap dan menangkap pelakunya.

Dengan kejadian tersebut, Febry berharap ma­syarakat tetap te­nang dan tidak sampai terjadi paranoid ketika keluar rumah di malam hari.

“Intinya ketika berkendaraan harus berhati-hati. Tidak perlu khawatir, tapi tetap waspada,” katanya.

Sebagai antisipasi kejadian tersebut terulang, pihaknya akan gencar melaksanakan patroli. “Tapi kami juga minta dukungan dari pemerintah supaya jalan-jalan di pusat kota menjadi terang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya. Kali ini, seorang tokoh bersama istri dan anaknya menjadi korban usai pulang mengaji.

Ditemui di rumahnya Kam­pung Sindanggalih Desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya itu melintas di Jalan Dewi Sartika Kota Tasikmalaya, Kamis (11/10), Ismet Prihatin (40) menceritakan kejadian yang menimpanya, istrinya Dede Nusparoh (35) dan anak perempuannya, Mufidah (6).

Saat itu, dia yang membonceng is­tri dan anaknya melintas di Jalan Dewi Sartika Kota Tasik­malaya. Mereka hendak pu­lang ke Sukaratu, usai meng­ha­diri pengajian rutin di Keca­matan Cibeureum Kota Tasikmalaya.

Saat ketika hendak pulang ke Sukaratu, Rabu malam, sekitar pukul 20.30, di tengah perjalanan, di Jalan Dewi Sartika Kota Tasikmalaya, motor yang dikendarainya dipepet dua motor. Kanan dan kiri. Para pemepet itu menggunakan motor jenis dua tax. Mereka tidak menggunakan helm. Motornya tidak dipasangi lampu. Pelat nomornya juga tidak ada. ”Jadi kelihatan wajah mereka,” ungkapnya.

Dia terus melajukan motornya. Di saat yang sama, kata Ismet, keempat pelaku, di dua motor, terus mepet: di kanan dan kiri motornya. Tak lama kemudian, salah satu pelaku mencoba menarik tas gendong kecil yang berisi handphone dari Ismet. ”Terjadi tarik menarik tas kecil sambil motor jalan, pelaku malah nendang bagian depan motor. Lalu saya sama istri dan anak terjatuh ke jalan. Tangan kiri, pinggang dan kaki saya luka memar dan lecet, istri saya luka di bagian tangan dan kakinya termasuk anak saya luka di kaki,” katanya.

Menurut Ismet, kondisi di Jalan Dewi Sartika saat itu sepi. Namun ketika motornya terjatuh, dia langsung berteriak. Meminta tolong. Di saat yang sama, ada tukang becak yang sedang narik. ”Kemudian ramai orang ke luar dan para pelaku melarikan diri. Jadi tidak sempat ada barang yang diambil. Cuma saya, istri dan anak terluka, karena terjatuh dari motor,” ungkap tokoh ini. (rga)

loading...