Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Lima Negara

Cari Solusi Tangani Sampah

9
PENJAJAKAN. Salah satu perusahaan dari Jepang menawarkan mesin pengolah sampah kepada Pemkab Garut Senin (11/2).

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut terus mencari solusi dalam permasalahan pengelolaan sampah. Salah satunya yakni menjajaki kerja sama dengan beberapa negara.

“Ada lima negara yang sudah ketemu dan memaparkan solusi pengelolaan sampah ini,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan di ruangannya Senin (11/2). Lima negara itu yakni Korea Selatan, Amerika, Prancis, Australia dan Jepang.

Namun, sejauh ini pihaknya belum mengambil keputusan, mana yang akan diambil dalam kerja sama pengelolaan sampah. “Semua alat (pengelolaan sampah) yang ditawarkan semuanya bagus dan mempunyai kelebihan serta kekurangannya tiap negara ini,” ujarnya.

Seperti halnya Jepang, kata dia, mereka menawarkan alat pengelolaan sampah yang bisa mengubah sampah menjadi pupuk, briket dan yang lainnya. “Alatnya bagus, tetapi harganya lumayan mahal. Sekitar Rp 70 miliaran,” terangnya.

Maka dari itu, kata dia, dalam mengambil keputusan pihaknya akan melihat mana alat yang cocok digunakan di Kabupaten Garut. Karena prinsipnya pemerintah mencari teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, ekonomis dan terjangkau oleh APBD Garut serta memungkinkan untuk diterapkan di Garut.

Helmi menerangkan produksi sampah di Kabupaten Garut setiap harinya mencapai 200 ton. Sementara, pengelolaan sampah yang ada saat ini masih bersifat konvensional, dengan ditumpuk dan dibakar di satu-satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yaitu Pasir Bajing.

Karenanya, Helmi menargetkan tahun mendatang pemerintah sudah bisa memutuskan teknologi penggunaan sampah yang akan digunakan. “Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa kita tentukan teknologi yang akan digunakan,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut Asep Suparman menambahkan selain dengan perusahaan dari lima negara, ada juga perguruan tinggi di Indonesia yang telah menawarkan konsep pengolahan sampah berikut dengan pola pembiayaannya. “Ada juga dari Unpad (Universitas Padjadjaran), mereka juga telah menawarkan konsepnya dan pembiayaan,” katanya.

Dia berharap pemerintah daerah bisa segera menetapkan pola penanganan sampah yang akan digunakan. Karena, kapasitas TPA yang ada saat ini tentunya akan terus berkurang dan perlu pengelolaan yang baik dan ramah lingkungan. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.