Carilah Solusi Jangka Panjang!

19
MULAI SURUT. Air di Situ Gede mulai surut Selasa (11/6). Kemarau yang melanda Kota Tasikmalaya biasanya diikuti dengan krisis air bersih. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

Krisis air bersih yang rutin melanda sejumlah wilayah di Kota Tasikmalaya seharusnya bisa diantisipasi pemerintah. Sebab, kondisi tersebut terjadi setiap kota yang pernah berjuluk Kota Seribu Bukit ini dilanda kemarau panjang.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Wahid memahami urusan cuaca tidak bisa diprediksi secara tepat. Namun, antisipasi tetap harus dilaksanakan apalagi kejadiannya merupakan siklus tahunan.

“Kemarin saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Tamansari, kami menyampaikan bahwa prioritas utama kecamatan itu urusan air bersih. Bagaimana Pemkot melakukan upaya antisipatif sehingga krisis air bisa diminimalkan,” ujarnya kepada Radar, Selasa (11/6).

Dia mengapresiasi langkah pendistribusian air bersih dari Pemkot melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kelompok masyarakat, perusahaan dan instansi lainnya, namun itu sifat penanganan sementara. Bukan solusi jangka panjang.

“Nah itu bukan pencegahan. Jadi bagaimana supaya tahun-tahun selanjutnya tidak terjadi kembali atau minimalnya tidak parah,” tuturnya.

Mantan aktivis PMII itu tidak menampik selama ini sudah ada program pemerintah mau pun pokok pikiran (pokir) DPRD yang dialokasikan untuk membangun infrastruktur, semacam sumur bor. Terutama di wilayah yang rentan kekeringan, supaya meminimalkan kelangkaan air bersih bagi masyarakat.

“Meski itu sudah dilakukan baik oleh Pemkot mau pun kami DPRD sendiri. Tetapi kita akui jumlahnya belum banyak,” kata dia menerangkan.

“Justru sumber-sumber air yang harus mulai di-maintenance (pemeliharaan, Red). Sebab, pembangunan infrastruktur seperti sumur bor tetap saja kering apabila kemarau panjang,” jelas Wahid melanjutkan.

Maka, kata dia, perlu adanya peningkatan atau upaya pemanfaatan sumber air yang ada di titik tertentu dalam menghadapi kemarau. Ia mencontohkan di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari, terdapat sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan warga dalam memenuhi kebutuhan air.

“Coba itu diperbaiki supaya bisa ditingkatkan atau aksesnya mudah sehingga bisa terdistribusi saat masyarakat memerlukan,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Wahid, air yang didapat dari sumber itu ditampung dalam torn besar. Dengan demikian, air itu bisa digunakan masyarakat di waktu urgen seperti kemarau.

“Kami juga mendorong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) supaya bisa menjangkau titik-titik yang rentan kekurangan air bersih. Di Tamansari saja, setahu kami Kelurahan Setiawargi, Tamansari dan Tamanjaya belum ter-cover pipa,” ucap Ketua Karang Taruna Tamansari itu.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Bagas Suryono mengatakan untuk membangun infrastruktur supaya sumber air bersih bisa didapatkan warga ketika kemarau, memerlukan perencanaan dan waktu yang cukup lama. “Maka antisipasi tetap, BPBD, pihak swasta juga diharapkan bisa responsif menghadapi kemarau ini,” pintanya.

Pihaknya mendorong supaya kegiatan fisik di wilayah rentan kekurangan air bersih mulai diarahkan terhadap infrastruktur untuk menunjang aksesibilitas air bersih.

“Tidak lagi ke pemeliharaan atau pembangunan rutin seperti jalan. Sebab, air merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat,” kata dia menyarankan.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan, sebelumnya, mengatakan meski titik rawan kekeringan sudah terprediksi, wilayah yang pada tahun sebelumnya tidak mengalami kesulitan air bersih harus dilakukan pendataan. Itu untuk memastikan kondisi air bersih dapat dikonsumsi masyarkat.

“Kecamatan, kelurahan kita instruksikan mendata di wilayah masing-masing. Ketika menemukan adanya titik kekeringan, segera lapor dan kita koordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” kata Ivan memaparkan saat ditemui di DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (10/6).

Sementara itu pantauan Radar, Selasa (11/6), air Situ Gede di Kecamatan Mangkubumi sudah surut. Dasar tepian situ terbesar di Kota Tasikmalaya ini sudah terlihat. Ada tanah dan bebatuan. Perahu-perahu wisata dan rakit juga disandarkan. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.