Cegah Corona, Hari Jadi Garut Dihentikan & Izin Keramaian Distop

170
0
RAKOR. Bupati Garut H Rudy Gunawan memimpin langsung rapat koordinasi penanganan wabah virus Corona Minggu (15/3).
RAKOR. Bupati Garut H Rudy Gunawan memimpin langsung rapat koordinasi penanganan wabah virus Corona Minggu (15/3).

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten Garut akan menghentikan seluruh kegiatan dalam rangkaian Hari Jadi Garut (HJG). Selain itu, pemerintah pun akan meliburkan seluruh tingkatan sekolah selama dua minggu.

Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi penyebaran virus Corona yang saat ini mulai mewabah di Indonesia.

“Dimulai hari besok (hari ini, Red) seluruh rangkaian kegiatan HJG dihentikan dan seluruh sekolah kami liburkan. Para siswa akan melaksanakan belajar di rumah masing-masing,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan di Pendopo Garut, Minggu (15/3).

Menurut dia, kegiatan HJG yang dihentikan yakni Lomba Lagu Dadakan Duet Pop dan Dangdut, Pekan Raya Garut, Anggana Sekar, Festival Baso Aci, dan acara puncak Hari Jadi ke-207 Kabupaten Garut, Gebyar Pesona Garut.

“Terakhir kegiatan yang Garut Culture Fest di Ciatel. Kami bersama Polres Garut sepakat tak akan mengeluarkan izin keramaian dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Untuk CFD (Car Free Day) juga kami hentikan selama dua pekan,” terangnya.

Baca Juga : Polres Garut Batasi Izin Keramaian untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Terkait meliburkan sekolah? Rudy menerangkan, bukan menghentikan proses belajar mengajar, tetapi proses pembelajarannya dilakukan jarak jauh, bukan dilakukan di sekolah.

“Teknisnya nanti sama Pak Wabup yang akan melakukan pertemuan dengan MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah, Red),” ujarnya.

Rudy menerangkan selama libur sekolah ini, pihaknya juga akan membersihkan lingkungan sekolah dan menyemprotnya dengan disinfektan. Tindakan ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah.

Selain meliburkan sekolah, kata dia, pihaknya juga akan menghentikan sementara apel pagi di semua instansi. Meski begitu, para ASN masih tetap bekerja seperti biasa. Namun harus menjaga kesehatannya.

Terkait aktivitas di pasar tradisional, Rudy juga telah meminta Disperindag untuk menyiapkan sabun cuci tangan. Pihaknya juga menyiapkan mobil ambulans di sejumlah pasar.

“Mobil Puskesmas kami siapkan di pasar. Hand sanitizer juga akan disiapkan. Masyarakat bisa menghubungi 119 jika ada yang merasa sakit dengan ciri-ciri Corona,” terangnya.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengaku sudah mengeluarkan surat edaran agar kegiatan belajar mengajar (KBM) peserta didik mulai dari pendidikan usia dini hingga sekolah menengah atas belajar dari rumah selama dua pekan.

“Untuk teknisnya, jadi proses KBM tetap berjalan selama dua pekan ke depan. Namun, anak-anak peserta didik belajar secara mandiri dari rumah,” katanya.

Menurut dia, selama proses KBM dilakukan secara jarak jauh, kepala sekolah dan guru tetap melaksanakan kegiatan di sekolah. Namun, mereka hanya melakukan pemantauan kepada para siswa melalui alat komunikasi.

Helmi menambahkan absensi bagi para siswa dan guru juga tetap berlaku. Sebab, meski libur, mereka tetap melaksanakan KBM.

“Jadi belajar harus tetap jalan, hanya teknisnya berubah,” katanya.

Helmi juga telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Dua instansi itu diharapkan dapat melalukan kegiatan bersih-bersih dan penyemprotan disinfektan di sekolah. Ia menambahkan, pihaknya juga akan melengkapi fasilitas bersih-bersih di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong mengatakan mekanisme proses KBM tanpa tatap muka dapat dilakukan secara daring. Dalam arti, para guru dan siswa mesti memanfaatkan teknologi informasi, dengan bantuan orang tua siswa.

Baca Juga : Rp165 M Siap Dikucurkan ke 421 Desa di Garut

Sementara untuk siswa di wilayah selatan Garut, para guru akan memberikan tugas kepada para siswa.

“Karena di sana akses internetasih sangat terbatas. Jika perlu, guru dan pengawas akan berkunjung ke rumah siswa,” ujarnya.

Ia mengingatkan, orang tua juga harus proaktif dalam membimbing anak selama proses belajar dari rumah. Sementara para guru akan terus melakukan pemantauan. Selain itu, lanjut Totong, ia juga mengimbau para orang tua, selama proses belajar dari rumah, anak-anak dapat didekatkan dengan ilmu keagamaan.

Ia menambahkan pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan penyemprotan disinfektan selama libur di sekolah-sekolah. Hal itu dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus.

Totong menegaskan proses KBM jarak jauh tak akan mengganggu target capaian kurikulum 2019/2020. Ia mengatakan, pihaknya akan berupaya agar segala jenis ujian tetap dilakukan sesuai jadwal.

“Sebab siswa kita bekali dengan tugas, tidak semata-mata libur. Jadi capaian kurikulum tetap terjaga,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Garut, Undang Munawar mengatakan, pihaknya telah menyepakati seluruh edaran dari pemerintah. Menurut dia, Kanwil Kemenag Jabar memutuskan kegiatan belajar mengajar diliburkan sejak tanggal 16-29 Maret 2020.

“Begitupun ujian nasional dan ujian madrasah ditunda sementara waktu sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.