Cegah Obat Kedaluwarsa dengan Aplikasi

21
0
STOK OBAT. Petugas medis di ruangan farmasi RSUD SMC menyiapkan stok obat-obatan untuk pasien, Kamis (22/8).
STOK OBAT. Petugas medis di ruangan farmasi RSUD SMC menyiapkan stok obat-obatan untuk pasien, Kamis (22/8).

SINGAPARNA – Mengantisipasi beredarnya obat kedaluwarsa, RSUD Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya menerapkan aplikasi yang diberi nama Sistem Informasi Management Rumah Sakit (SIMRS). Aplikasi ini bertujuan mengecek obat yang akan kedaluwarsa.

Kabid Kemedikan RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dr Iman Firmansyah mengatakan, aplikasi ini bisa mendeteksi obat-obatan akan kedaluwarsa.

Sehingga meminimalkan seperti kejadian di Puskesmas Kamal Muara Jakarta Utara yang salah memberikan obat kepada wanita hamil sampai keracunan.

“Dengan aplikasi ini, pengawasan terhadap obat-obatan yang diperlukan oleh rumah sakit untuk pasien cukup ketat. Sehingga jaminan keamanan diutamakan untuk kenyamanan pasien,” ujarnya, Kamis (22/8).

Kata dia, kerja aplikasi ini lebih kepada mencegah obat dipesan oleh rumah sakit yang sudah masuk masa kedaluwarsa. Dengan demikian bisa diantisipasi sejak dini apabila ada obat-obatan yang waktu kedaluwarsanya sudah dekat.

“Aplikasi ini juga mampu memberikan informasi ketika ada obat yang sudah akan kedaluwarsa. Jadi ada warning atau pemberitahuan enam bulan sebelum obat kedaluwarsa,” katanya.

Kata dia, ada operator khusus untuk mengontrol status obat-obatan melalui aplikasi ini. Jadi, ketika ada obat yang akan kedaluwarsa langsung dipisahkan, supaya tidak diberikan kepada pasien.

Kasi Penunjang RSUD SMC Dr A Ahmad Nurdin MM menambahkan obat yang sudah mendekati kedaluwarsa, sebaiknya digunakan sebelum satu bulan atau sebelum tanggal kedaluwarsanya.

“Obat-obatan kedaluwarsa yang sudah dibeli oleh rumah sakit, dibuatkan berita aca­ra kemudian disampaikan ke Bagian Aset Pemerintah Kabu­paten Tasikmalaya untuk dimusnahkan,” ujar dia.

Menurut dia, risiko obat kedaluwarsa jika dikonsumsi bahaya bagi tubuh, bisa muntah, keracunan hingga mual. “Bahkan obat untuk otak, ginjal, hati dan jantung jika kedaluwarsa akan fatal bahkan bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.

Weni (45), keluarga pasien di RSUD SMC mengaku berhati-hati ketika mendapatkan obat. Karena akan fatal apabila sudah kedaluwarsa. “Alhamdulillah di SMC semua obatnya baik, tidak ada yang sudah kedaluwarsa,” katanya.(dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.