Cegah Stunting, Dinkes Gelorakan PHBS

26
0
Loading...

TASIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya fokus menggelorakan pola hidup bersih sehat di masyarakat. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menekan jumlah penderita stunting.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dr Faisal Soeparyanto mengatakan, kematian bayi yang diakibatkan stunting pada 2018 mencapai 260 orang. Jumlah tersebut diprediksi menurun tahun ini. Pasalnya, sampai Juni 2019 tercatat ada 60 bayi yang meninggal. “Mudah-mudahan jumlah tersebut terus turun,” ujarnya kepada wartawan usai workshop penurunan angka penderita stunting di City Hotel, Kamis (27/6).

Dalam upaya ini, kata dia, pihaknya fokus untuk menggelorakan pola hidup bersih sehat (PHBS) di masyarakat. Kemudian mencanangkan enam kecamatan dan 10 desa yang merupakan daerah fokus penyelesaian stunting bisa menjadi Open Defecatian Free (ODF). “Itu harus digelorakan di semua daerah terutama Kecamatan Cikatomas, Salopa, Jatiwaras, Puspahiang, Sukahening dan Sukaresik. Kemudian jangan sampai ada lagi warga yang mencuci piring dan gelas di dalam WC,” katanya.

Selain itu, kata dia, untuk menekan angka stunting adalah remaja putri harus mengkonsumsi tablet tambah darah. Kemudian pemberian gizi seimbang terhadap semua ibu hamil di wilayah fokus stunting. “Kalau ada yang berisiko harus benar-benar dilakukan pendampingan dan ditangani dengan baik,” paparnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) pada Dinkes Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi mengatakan, sejak 2018 kabupaten menjadi prioritas stunting. Maka dari itu harus ada penanganan serius yang melibatkan semua masyarakat. Karena pencegahan stunting ini harus diawali dari kesadaran masyarakat untuk menciptakan pola hidup bersih sehat.

“Ada enam kecamatan yang menjadi prioritas, untuk penanganan ini harus diutamakan upaya preventif supaya bisa menekan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya,” katanya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.