Apa Itu Stunting? dan Bagaimana Pencegahannya? Masyarakat Harus Tahu..

130
0
JELASKAN. Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar Sophia Restantini SKM menjelaskan tentang stunting kepada Radar di Kota Banjar Jumat (6/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
JELASKAN. Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar Sophia Restantini SKM menjelaskan tentang stunting kepada Radar di Kota Banjar Jumat (6/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting.

Stunting merupakan kondisi dimana bayi mengalami gangguan pertumbuhan karena kekurangan gizi, sehingga membuat perkembangan tubuh, panjang badan, usia tidak seimbang dan terganggu.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar Sophia Restantini SKM mengatakan, sebenarnya penyebab stunting itu multi faktor, salah satunya asupan gizi tidak seimbang saat masa kehamilan.

“Maka diperlukan pemenuhan gizi di seribu hari penghidupan bayi. Mulai saat hamil hingga dua tahun bayi lahir harus dipenuhi gizi yang seimbang dalam mencegah stunting,” ujarnya Jumat (6/12).

Untuk itu, ibu hamil diharuskan mengonsumsi makanan yang bergizi. Setelah bayi lahir, diberikan air susu ibu (ASI) sejak dini.

ASI eksklusif diberikan selama enam bulan lalu makanan pendamping (MP) ASI dari 6 hingga 24 bulan. Hal tersebut sebagai upaya mencegah stunting.

Ia melanjutkan, pencegahan stunting juga harus didukung dengan lingkungan yang bersih, bebas dari buang air besar sembarangan (ODF), kesehatan keliling serta sanitasi yang baik di lingkungan masyarakat.

Loading...

“Semuanya harus saling berdampingan untuk menyehatkan, dan mencegah stunting sejak dini,” jelasnya.

Lanjut dia, stunting ini memiliki pengaruh dalam perkembangan anak, yakni menurunnya daya tahan tubuh balita sehingga rentan akan penyakit.

Sehingga juga berdampak pada kecerdasan menjadi terganggu dan kemampuan yang tidak maksimal.

Ada beberapa hal yang dilakukan sebagai upaya pencegahan dini, supaya stunting tidak terjadi. Diantaranya memperbaiki konsumsi makanan sehat, bergizi serta memeriksakan janin secara rutin.

“Untuk menekan angka stunting kita rutin melakukan pembinaan, membuka konseling dan pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi ibu hamil dan bayi di posyandu,” katanya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.