Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.8%

8.9%

2.5%

26.4%

2.6%

50.1%

0.1%

8.8%

0%

Polisi Rekonstruksi Pembunuhan Ica Ditangan Mahasiswa

241
0
ADEGAN MENCEKIK. Pelaku memperagakan adegan mencekik leher korban dalam rekonstruksi pembunuhan janda muda di Hotel Daya Grand Kota Tasikmalaya, Jumat (5/4). foto-foto: RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Masih ingat kematian Oon Saonah (32) alias Ica, janda muda yang ditemukan tewas di kamar Hotel Daya Grand Jalan Brigjen Sutoko Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya pada Rabu 6 Maret 2019?

Kemarin (5/4), Polres Tasikmalaya Kota menggelar rekonstruksi, sebanyak 33 adegan diperagakan tersangka yang merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Tasikmalaya.

Proses rekonstruksi dimulai dengan adegan di sebuah warung di kawasan Pasar Cikurubuk. Dimana pelaku yakni RFH berangkat ke hotel bersama korban (Ica) yang diperankan warga setempat.

Memasuki hotel, RFH dan Ica masuk ke kamar nomor 106 yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan. Di kamar hotel tersebut keduanya sempat berbincang-bincang.

Bahkan di beberapa adegan, korban sempat mandi terlebih dahulu di toilet kamar hotel. Diketahui, keduanya sempat akan melakukan hubungan badan, namun batal karena tidak memiliki alat kontrasepsi.

Di beberapa adegan korban beberapa kali keluar dari kamar, salah satunya berbincang dengan pegawai hotel. Sekitar pukul 08.00, diketahui RFH memaksa meminjam uang kepada korban. Karena tak kunjung diberi, dia mencekiknya yang tergambarkan di adegan ke-21, 22, 23 dan 24 dari mulai korban mencekik dalam posisi duduk, mencekik sambil menindih dengan posisi tangan korban ditahan oleh kaki pelaku supaya tidak melawan.

Setelah itu, RFH mencuci leher Ica untuk menghilangkan sidik jari, kemudian menutupi kepala dan tubuhnya menggunakan bantal dan selimut.

Sebelum meninggalkan hotel, terlebih dahulu RFH mengambil HP dan uang sebesar Rp 70 juta di tas korban.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro SH MH mengatakan rekonstruksi tersebut merupakan metode untuk menyelaraskan kejadian dengan pengakuan dari tersangka. Hasilnya, apa yang terjadi sudah sesuai dengan keterangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Selanjutnya kita akan lengkapi berkas dan sesegera mungkin melimpahkannya ke kejaksaan,” ungkapnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus tersebut, Ahmad Sidiq SH menilai adegan-adegan yang dilakukan dalam rekonstruksi itu sudah cukup. Sehingga tidak diperlukan lagi penambahan. “Sudah cukup jelas,” ungkapnya.

Kuasa hukum tersangka Mochamad Ismail SH MH mengatakan dalam upaya mendampingi kliennya, dia terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban. Diharapkan tuntutan dan putusan dari proses hukum RFH bisa lebih ringan. “Kita sudah ada komunikasi, keluarga korban juga sudah memaafkan,” katanya.

Sebelumnya, kepada polisi RFH mengatakan saat kejadian dia meminta pinjaman uang Rp 4 juta kepada Ica. Uang itu dia butuhkan untuk membayar utang yang sudah ditagih. “Saya punya utang ke pacar saya Rp 2,8 juta, Rp 1,1 juta ke teman, terus Rp 300 ribu ke teman juga,” kata RFH.

Beberapa kali bujukan tidak membuat Ica memberinya pinjaman. Dia pun mencekiknya dengan tujuan memberikan ancaman. “Dia mau teriak, jadi saya cekik makin kencang,” tuturnya.

Cekikan itu membuat Ica tewas seketika. Usai membunuh Ica, hidup RFH tidak tenang terlebih dia merasa kepolisian pasti mencarinya. Dia pun kabur ke wilayah Kabupaten Kuningan lalu berpindah ke Jakarta. RFH sempat kembali ke Tasikmalaya tetapi kembali pergi ke Jakarta.

RFH mengaku sempat mendatangi seseorang dan meminta jimat ketenangan. Setelah itu, barulah dia berani pulang ke Tasikmalaya. Keberadaannya diketahui oleh kepolisian yang langsung menangkapnya.

Terkait uang Rp 70 Juta yang diambil dari Ica, RFH menyebutkan uang tersebut dititipkan di saudaranya sebesar 25 juta dan Rp 15 juta disimpan di rekening. Selebihnya digunakan membayar utang dan berbelanja. Salah satunya ponsel merek ternama dengan harga sekitar Rp 5 juta. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.