Cemaskan Wabah Difteri, Hasilnya Negatif

221
0
dr Iman Firmansyah

SINGAPARNA – Dua pasien asal Kecamatan Sukaraja yang diduga terjangkit penyakit difteri mendapatkan perhatian serius dari Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (RS SMC). Namun, dari hasil pemeriksaan intensif, dua warga tersebut ternyata tidak terkena wabah penyakit yang berbahaya itu.
Kabid Kemedikan RS SMC Kabupaten Tasikmalaya dr Iman Firmansyah menjelaskan kedua pasien asal Kecamatan Sukaraja tersebut dinyatakan negatif setelah dilakukan pemeriksaan secara klinis. “Kami menerima rujukan dari Puskesmas Sukaraja. Ada dua orang, satu orang dewasa dan satu anak-anak dengan kasus suspect difteri,” ujar Iman kepada wartawan di RS SMC kemarin (13/12).
Menurut dia, memang pada leher kedua pasien itu terjadi pembengkakan. Tapi setelah diperiksa secara klinis tanda-tanda difteri itu tidak ditemukan. “Pseudomembran yang biasanya menyerang tonsil (amandel, Red) tidak ditemukan.
Dan secara klinis tiga hari setelah pemberian antibiotik, itu pasien bagus klinisnya,” jelasnya.
Kemudian, hasil pemeriksaan tenggorokan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) juga negatif dari tanda-tanda difteri. “Kami antisipasi wabah difteri yang mobilitasnya tinggi. Bisa menyebar ke semua daerah.
Karena mobilitas si pasien itu carrier atau pembawa,” terangnya.
Untuk mengantisipasi wabah difteri, tambah dia, RS SMC sudah berkoordinasi dengan Dinkes. Salah satu upaya pencegahannya mengadakan obat antibiotik eritromisin baik untuk pasien dan petugas medis. “Dan untuk vaksinnya kita koordinasi dengan Dinkes. Kalau sudah ada pasien yang positif difteri. Ditangani di ruang isolasi untuk penyakit menular,” jelasnya.
Untuk catatan kasus kejadian luar biasa wabah difteri, ungkap Iman, pada 2004 pernah terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Ada 30 kasus yang terjadi di Kecamatan Taraju dan Sodonghilir. “Sampai ada yang meninggal tiga orang,” ungkapnya.
Jadi setelah ada kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah difteri tersebut, terang dia, dilakukan imunisasi dasar lengkap. Jadi konsepnya difteri ini bisa dicegah dengan imunisasi. “Jadi mohon bantuan untuk mobilitas pasien untuk tidak takut diimunisasi,” paparnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya Drs Yusep Yustisiawandana MM membenarkan adanya pasien yang terjangkit suspect difteri di Kabupaten Tasikmalaya. “Baru dugaan dan mendekati gejalanya seperti difteri. Yang dua pasien suspect difteri tersebut sudah dinyatakan negatif tidak terjangkit difteri. Pasiennya sudah pulang,” terangnya.
Dinkes, kata Yusep, meminta kepada puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya cepat tanggap jika ada laporan masyarakat yang suspect difteri agar penanganannya optimal. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.