CEO Idrisiyyah Foundation Raih Gelar Doktor, Ini Harapannya..

141
0
SUKSES. Chief Executive Officer (CEO) Idrisiyyah Foundation Irfan (tiga dari kanan) meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta. ISTIMEWA

Chief Executive Officer (CEO) Idrisiyyah Foundation Irfan Budiono kini sudah meraih gelar doktor. Gelar tersebut diraih usai melaksanakan sidang terbuka di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Program Studi Ilmu Manajemen 13 Juli 2020. Dia meraih hasil cum laude.

“Ujian itu (sidang terbuka, Red) dilaksanakan secara virtual. Untuk wisudanya rencananya pada bulan September 2020 ini,” kata Dr Ir Irfan Budiono kepada radartasik.id, Senin (20/7).

Baca juga : Guru PAUD Idrisiyyah Tasik Berlatih Kreatif & Inovatif

Dia berhasil menyelesaikan studi doktoral selama 3 tahun 7 bulan. “Karena untuk gelar doktor ini sesuai peraturan pemerintah tidak boleh kurang dari tiga tahun. Dengan rata-rata selesai pada empat tahun. Termasuk untuk mendapatkan yudisium cum laude itu masa studinya di bawah empat tahun,” ungkap dia.

Untuk mendapatkan yudisium cum laude, kata dia, ada tiga persyaratan. Di antaranya indeks prestasi di atas 3,80, masa studi di bawah empat tahun dan harus menerbitkan artikel di jurnal terindeks Scofus.

Jurnal yang dibuatnya itu masuk dalam terindeks Scofus Q2, sehingga persyaratan untuk mendapatkan yudisium cum laude bisa terpenuhi. “Terus terang nilai sesungguhnya belum saya lihat, baru ada surat keputusan bahwa saya lulus sebagai doktor,” kata dia.

Irfan menjelaskan, disertasinya tentang Kepemimpinan Profetik atau Kepemimpinan Kenabian.

Alasan mengambil tema tersebut karena dia ingin melihat pengaruh antara kepemimpinan profetik, spiritualitas di tempat kerja dan keterikatan karyawan terhadap perilaku inovatif yang ada di pondok pesantren tasawuf.

“Untuk penelitiannya disertasi ini di Pondok Pesantren Idrisiyyah,” jelas dia.

Alasan lainnya pengambilan tema disertasi Kepemimpinan Profetik, karena dia ingin membuktikan bahwa di pesantren berbasis tasawuf itu pengaruh kiai sangat dominan.

“Kita ingin melihat apakah itu berpengaruh terhadap inovasi yang ada di pesantren. Justru hasil penelitian itu kepemimpinan profetik itu memberikan pengaruh positif terhadap perilaku kerja inovatif di pondok pesantren,” bebernya.

Setelah meraih gelar doktor, Irfan berharap bisa menjadi inspirasi untuk teman dan rekannya di Idrisiyyah agar membangun keinginan meningkatkan pendidikan dan pengetahuan.

“Saya saja bisa, teman-teman juga bisa,” ujarnya.

Termasuk, kata dia, peningkatan kualitas pendidikan bisa mendukung peningkatan organisasi dan mendukung Pimpinan Ponpes Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurahman MAg untuk berdakwah membumikan tasawuf.

“Tentu dengan gelar doktor ini saya bisa menunjang Sekolah Tinggi Agama Islam Idrisiyyah yang saat ini sudah berjalan dan juga Ma’had Aly,” harapnya.

“Tentu menjadi motivasi dalam peningkatan SDM, khususnya dalam pengembangan kualitas pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Idrisiyyah,” tambahnya.

Dia juga mempunyai keinginan menggali lebih dalam penelitian disertasinya tentang Kepemimpinan Profetik melalui jurnal-jurnal yang dibuatnya. Khususnya mengenai kepemimpinan sufi leadership.

“Karena dalam sufi leadership ini rujukannya masih kepada kepemimpinan nabi. Bahkan saya ingin menulis dan menunjukkan kepada dunia bahwa sufi leadership sesuai dengan kepemimpinan nabi, itu setelah saya pelajari,” kata dia.

Baca juga : Kontribusi Kopontren Idrisiyyah Memajukan Ekonomi Masyarakat

Irfan berharap setelah meraih gelar doktor, dia bisa membangun pondok pesantren yang lebih maju dengan kualitas pendidikan tinggi.

“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi sehingga menjadi kemaslahatan umat,” harapnya. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.