Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%

Cep Zamzam Gandeng Mantan Sekda Purwakarta di Pilkada

19208
5
Cep Zamzam Dzulfikar Nur dan Drs H Padil Karsoma MSi

TASIK – Pilkada Tasikmalaya pada September Tahun 2020 dipastikan akan diikuti pasangan dari jalur independen (perseorangan).

Hal ini setelah salah satu kandidat bakal calon Bupati Tasikmalaya Cep Zamzam Dzulfikar Nur meminang mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta Drs H Padil Karsoma MSi sebagai pasangannya dari jalur independen.

Penasehat pasangan calon independen, H Tatang Farhanul Hakim mengungkapkan di Pilkada Tasik 2020 dirinya akan memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat dalam menentukan calon pemimpin di Kabupaten Tasikmalaya.

“Sudah kita pastikan, independen akan ikut serta di Pilkada 2020. Dengan mendorong Cep Zamzam dan Drs H Padil Karsoma sebagai pasangan calon dari jalur perseorangan,” ujarnya kepada Radar, saat di wawancara di kediamannya di Kampung Cisaro, Desa Cipakat, Singaparna, Minggu (27/10).

Mantan Bupati Tasikmalaya 2001-2006 dan 2006-2011 itu menegaskan dipilihnya paket pasangan Cep Zamzam dan Padil Karsoma merupakan perpaduan muda dan tua dengan segudang pengalaman birokrasi keduanya.

“Cep Zamzam berlatar belakang figur insan pesantren dan punya pengalaman sebagai seorang ASN di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Sementara Padil Karsoma seorang birokrasi yang berpengalaman pada jabatan tertinggi eselon II a yakni sekda. Keduanya akan saling melengkapi,” tutur lelaki yang akrab disapa TFH.

Menurutnya, pasangan Cep Zamzam-Padil Karsoma ini, mempunyai jalan cerita karier politik yang hampir sama dengan dirinya ketika sukses menjadi Bupati Tasikmalaya selama dua periode.

“Periode pertama 2001-2006, saya berpasangan dengan Dede Uron yang usianya terpaut cukup jauh. Saya 40 tahun, sedangkan Dede berusia 60 tahun lebih,” cerita Tatang.

Kemudian, lanjut Tatang, saat itu di periode kedua 2006-2011, dirinya berpasangan dengan H Endang Hidayat yang usia 70 tahun. Terpaut jauh dengan usia dirinya ketika menjadi bupati Tasik periode kedua yaitu 45 tahun.

“Saya selalu punya prinsip, merasa berpikiran muda, menganggap perlu ada pendamping yang lebih tua dan dewasa. Supaya dapat mem-back-up kebijakan saya. Dalam arti memberikan pertimbangan lebih matang, punya pengalaman di birokrat maupun politik,” kata Tatang.

“Sekarang saya melihat Cep Zamzam yang usianya relatif lebih muda (34 tahun), saya berikan masukan cari pendamping atau orang yang punya pengalaman baik dari sisi birokrasi maupun politis,” ujar Tatang.

Sehingga pada akhirnya, kata Tatang, ditemukan sosok Padil Karsoma yang dipilih sebagai pendamping Cep Zamzam di Pilkada 2020. ”Padil Karsoma ini, seorang birokrat yang berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, dengan figur Padil Karsoma yang ramah, terbuka, punya loyalitas tinggi dan memiliki jiwa sosial sebagai abdi negara. Membuat karier di birokrasinya hingga menjabat Sekda di Purwakarta.

“Padil ini punya prestasi yang sangat bagus, ditambah dia putra asli Tasikmalaya, yang punya karier luar biasa di Purwakarta. Saya yakin dia (Padil, Red) mengenal kultur masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Dengan pengalaman birokrasinya di Purwakarta bisa dibawa ke Kabupaten Tasikmalaya,” kata Tatang.

Bahkan Tatang mengaku ikut menjodohkan Cep Zamzam dengan Padil Karsoma, untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. “Padil ingin memanfaatkan sisa usianya setelah pensiun dari jabatan sekda Purwakarta. Maka sudah saat ini mengabdi secara luas bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” paparnya.

Apalagi secara finansial, kata Tatang, Padil sudah berkecukupan artinya ketika diberi amanah bersama Cep Zamzam memimpin Kabupaten Tasikmalaya tidak akan terganggu konsentrasinya. “Padil jauh dari indikasi bisnis, dia sudah kaya, anaknya sudah jadi dokter semua, anggota dewan, istrinya bidan senior.

Sehingga ketika pulang kampung (ke Tasikmalaya) bukan lagi urusan dapur tetapi pengabadian,” tuturnya.

Sebab saat ini, tambah Tatang, pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yakni figur yang memiliki jiwa sosial tinggi, jujur dan mengerti apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat.

“Saya pikir pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Tasik saat ini, bukan figur dari politisi atau orang pandai. Akan tetapi, yang jujur dan peka terhadap kebutuhan dan keinginan masyarakat. Cep Zamzam-Padil punya kelebihan itu,” terang dia.

Apalagi pasangan Cep Zamzam-Padil Karsoma

memiliki tagline Tasik Baru Berbasis Pesantren. Sehingga memiliki kesamaan latar belakang dimana Cep Zamzam merupakan tokoh yang besar dan hidup di lingkungan pesantren, sedangkan Padil Karsoma tokoh yang taat beragama.

“Saya yakin pasangan independen ini akan melahirkan ide-ide baru untuk kepentingan pembangunan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” tandasnya. (dik)

loading...

5 KOMENTAR

  1. rakyat tos bosen kana partai politik teh di bohongan wae,ayeuna aya ti independen asa janten angin kahirupan kango masrakat nu muak sareng partai

  2. Sesuatu yang baru lebih menarik dan perlu dinantikan perubahanya… Saya yakin d tahun 2020 kab tasik akan lebih baik karena d pimpin oleh seorang bidokrat muda yg di song song oleh masyrakat. Siapa lagi kalau bukan cep zamzam dzulfikar Nur… Dari pesantren siap untuk rakyat. Tasik baru berbasis pesantren

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.