Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Demokrat Bisa Buka Gerbong Koalisi Baru

Cep Zamzam Lirik Mantan Sekda

74
0
Cep Zamzam Dzulfikar Nur

SUKARAME – Kandidat bakal calon bupati Tasikmalaya dari jalur independen, Cep Zamzam Dzulfikar Nur mengaku melirik mantan sekretaris daerah (sekda) dan salah satu figur dari Tasik Utara untuk mendampinginya maju di Pilkada 2020.

Menurutnya, mantan birokrat dipilih karena sudah jelas pandai dan andal mengatur serta menjalankan roda pemerintahan. Jabatan terakhir dari figur yang diliriknya adalah eselon IIA yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya.

“Sudah ada penjajakan saat ini, sosok mantan birokrat pejabat eselon IIA. Dia pernah menjabat sekda di wilayah Provinsi Jawa Barat. Kemudian yang satu lagi adalah salah satu tokoh di Tasik Utara. Kalau untuk nama keduanya belum bisa saya sebutkan,” katanya kepada Radar, Senin (7/10).

Jajang Nurohman, juru bicara Cep Zamzam Dzulfikar Nur menambahkan, alasan menjajaki tokoh mantan birokrat atau sekda karena memang manusia tidak sempurna dan harus ada pendamping untuk saling melengkapi. Dalam hal pencalonan bupati dari sisi usia, Cep Zamzam terbilang masih muda, 34 tahun. Walaupun dari persyaratan KPU itu 25 tahun minimalnya.

“Sehingga kriteria wakilnya harus mengimbangi usia Cep Zamzam, ya minimal di atas usianya. Dalam pemerintahan Kabupaten Tasik, Cep Zamzam sendiri bukan seseorang yang punya kebijakan, seperti pejabat lain,” paparnya.

Kata dia, dengan berpasangan dengan mantan birokrat, diharapkan bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan paham tentang birokrasi. Pada intinya mencari kecocokan dulu. “Nanti, ketika sudah ada pasangan rencana secepatnya dideklarasikan. Mengingat formasinya sekarang 4-4-3 atau empat bulan lagi penyerahan dukungan, empat bulan menuju pendaftaran serentak dengan calon lain dan tiga bulan kampanye serta pencoblosan,” tambahnya.

Bicara waktu penyerahan syarat dukungan calon perseorangan ke KPU semakin dekat mulai 11 Desember 2019 sampai 5 Maret 2020. “Insyaallah sudah siap semuanya, tinggal nanti pasangannya saja,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik Kabupaten Tasikmalaya yang juga mantan Ketua KPU, Deden Nurul Hidayat mengapresiasi langkah DPD Partai Demokrat Jabar yang meminta langsung kader internalnya Dede Sudrajat untuk maju menjadi calon bupati (cabup) di Pilkada 2020.

“Kalau yang ditunjuk Pak Dede, berarti harus mencalonkan bupati. Karena beliau sebelumnya menjadi wakil wali kota selama dua periode,” ujarnya saat dihubungi Radar, kemarin.

Maka dari itu, kata Deden, Partai Demokrat harus membuka gerbong koalisi baru ketika akan mengusung Dede Sudrajat pada pesta demokrasi lima tahunan ini. Karena, saat ini partai-partai sudah ada yang memiliki kandidat calon bupati yang jumlah kursinya lebih dari Demokrat.

“Jadi Demokrat bisa membuka gerbong koalisi dengan yang raihan kursinya sama seperti PAN dan PKS. Karena yang ditawarkannya adalah calon bupati. Paling terbuka adalah dengan PAN yang sudah sangat dekat,” katanya.

Menurut Deden, Dede Sudrajat memang layak diusung menjadi cabup karena pengalamannya yang mumpuni. Dia sudah menjabat sebagai wakil wali kota dua periode dan pernah mencalonkan wali kota pada Pilkada 2017 di Kota Tasikmalaya.

“Selain modal politik yang matang, dari sisi finansial pun tidak perlu diragukan. Karena merupakan pengusaha armada yang sangat sukses ditambah basis masa di wilayah Tasik Timur,” ujarnya, menjelaskan.

Menyikapi ini, kata dia, DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya harus segera bersikap untuk menghadapi Pilkada 2020. Karena, tidak menutup kemungkinan pada pilkada serentak ini menjadi momen kebangkitan atau kebesaran Partai Demokrat di Kabupaten Tasikmalaya. (dik/yfi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.