Cerita Mistis Danau Sentani dan Penampakan Makhluk Mengerikan sebelum Banjir

643
0
Loading...

SENTANI – Banjir dan longsor menyisakan duka mendalam bagi warga Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura Papua.

Bencana alam yang terjadi pada Sabtu, 16 Maret 2019 itu menyebabkan 113 orang meninggal dunia, 107 luka berat, 108 luka ringan, dan 94 orang hilang.

Di balik bencana yang sangat dahsyat itu, tersisa cerita mistis Danau Sentani yang dipercaya oleh masyarakat setempat secara turun temurun.

Sebelum kejadian, warga setempat melihat penampakan mengerikan di Danau Sentani. Penampakan mirip naga itu itu dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai penunggu Danau Sentani.

Danau Sentani memiliki punya 22 pulau mungil yang tersebar di dalamnya. Sebanyak 24 desa adat mendiami pulau-pulau itu, salah satunya Desa Ayapo yang semua bangunannya terapung di atas air.

Loading...

Di Pulau Ayapo inilah warga melihat kemunculan makhluk misterius di tengah danau pada malam hari. Penampakan makhluk itu terekam kamera dan diposting di akun Twitter @FloNadayang pada 22 Maret lalu.

“Dlm bahasa Sentani, mahluk ini disebut Walobho yg berarti tuan tanah/penjaga tanah. Setiap ada kepala suku mangkat, perang antar kampung atau bencana, mahluk ini terlihat muncul di permukaan air danau,” cuitnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini tidak diketahui apakah mahluk ini adalah ikan, buaya, naga atau kura-kura raksasa.

“Foto ini diambil 1 bulan sebelum kejadian banjir bandang. Ada 1 marga di Sentani yang memiliki kemampuan untuk melihat mahluk ini. Marga ini tinggal di kampung Ayapo/pulau Ayapo,” tambahnya.

Ia mengatakan, sejak kecil dia sering mendengar cerita dari almarhum ibunya bahwa penjaga Danau Sentani berbentuk kura-kura raksasa.

Kura-kura raksasa itu ada dua, betina dan jantan, suami istri. Ketika mereka muncul di permukaan danau, terlihat seperti hamparan pasir putih, karena badan mereka berwarna putih.

Ia menambahkan, biasanya makhluk misterius itu muncul ke permukaan di saat ada kepala suku atau ondofi yang akan meninggal dunia.

“Karena di Sentani jarang terjadi bencana alam, di saat mahluk ini muncul, warga kampung mengira akan ada kepala suku/ondoafi yang mangkat,” katanya.

Setelah minggu berlalu ternyata tidak ada kepala suku yang berpulang. Warga lupa kalau makhluk itu tidak hanya muncul saat ada kepala suku yang akan meninggal, tapi juga akan muncul jika akan terjadi bencana.

Selain berbentuk kura-kura, sebagian warga Sentani menyebut bahwa makhluk misterius di Danau Sentani adalah naga. Pasalnya, bentuk Danau Sentani dan pegunungan Cycloops terlihat seperti bentuk lekukan kepala naga hingga ekor.

Ikan Hiu Bertebaran di Jalan

Warga Sentani dikejutkan dengan munculnya ikan hiu yang bertebaran di jalan saat banjir Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Warga kaget lantaran hiu yang hidupnya di laut tiba-tiba muncul saat banjir di BTN Sosial Sentani. Padahal, lokasi penemun ikan hiu itu jauh dari lautan.

Peneliti senior Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, hiu-hiu itu berasal dari Danau Sentani. Hiu bisa berada di danau yang berair tawar itu karena di masa lampau, Danau Sentani merupakan bagian laut yang menjorok ke darat.

“Bagian laut sebelah utara berbatasan dengan Gunung Dafonsoro, kini dikenal dengan Cagar Alam Cycloops. Bagian ini dihubungkan ke laut melalui sungai dan mata air dari Cycloops,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/3).

Hari menambahkan Danau Sentani terpisah dari lautan akibat aktifitas pergerakan bumi. Pergeseran ini yang membuat air asin di Danau Sentani kelamaan menjadi tawar.

Akibatnya, hiu yang terjebak di Danau Sentani beradaptasi dengan air danau yang berubah menjadi air tawar.

“Hiu yang merupakan ikan air asin kemudian beradaptasi dengan air danau dan air sungai atau sumber mata air tawar yang terhubung dengan Danau Sentani. Dalam perkembangannya hiu-hiu ini berubah menjadi ikan hiu air tawar,” tambahnya.

Menurut Hari, pernyataannya itu didukung oleh bukti-bukti arkeologi, seperti motif-motif ikan hiu di situs Megalitik Tutari dan gambar ikan hiu pada lukisan kulit kayu Suku Sentani yang tinggal di Pulau Asei.

Hari menuturkan ikan hiu Sentani terakhir ditangkap pada tahun 1970-an dan tidak pernah terlihat lagi sejak hari itu. Hiu juga menjadi lambang klub sepakbola Jayapura, Persidafon Dafonsoro.

Buaya Masuk ke Rumah Warga Saat Banjir

Banjir bandang yang mendera Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, juga menyebabkan buaya masuk ke dalam rumah warga.

Kejadian mengerikan itu terekam kamera dan cukup viral di media sosial. Dalam video terlihat seekor buaya dengan panjar sekitar 1 meter lebih berjalan memasuki rumah dan mengigit kain di teas.

Buaya itu tampak kesulitan berlari di teras rumah lantaran licinnya ubin. Hal itu membuat warga yang merekam buaya tersebut tampak tertawa.

Berikut ini video buaya yang masuk ke rumah warga saat banjir di Sentani Jayapura:

(one/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.