Cerita Proyek Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo Kota Tasik, Begini Kata Para Pihak..

157
0

KOTA TASIK – Pembangunan Gedung Tulip Tahap II RSUD dr Soekarjdo Kota Tasikmalaya, ternyata masa pemeliharaannya habis sejak 2 bulan lalu.

Namun, hingga kini, pihak pengembang tak kunjung menyerahkannya ke pihak RSUD.

Padahal, RSUD sendiri sudah menggunakan bangunan baru itu untuk melayani para pasien.

Tentunya hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak. Apalagi, bangunan itu sudah dipergunakan para pasien dan ditenggarai kondisi masih banyak kekurangan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Gedung Tulip Tahap II, Budi Martanova mengakui hal itu.

Kata dia, pemeliharaan memang sudah tuntas dilakukan pihaknya secara tepat waktu.

Loading...

“Pemeliharan di RSUD yang kita lakukan memang sudah tuntas dan tepat waktu. Semua kekurangan sudah tuntas diperbaiki,” ujar Budi yang dihubungi radartasikmalaya.com melalui pesan singkat whatsapp, Selasa (26/11).

Tapi, terang dia, saat waktu pemeliharaan tuntas ada beberapa rekomendasi yang disampaikan pihaknya ke pimpinan RSUD dr Soekardjo terkait pekerjaan yang harus dilanjutkan di tahun berikutnya. “Supaya bangunan itu tuntas pembangunannya 100 persen,” terangnya.

“Di tahun berjalan ini (2019, Red), tidak ada kegiatan (anggaran pembangunan tahap III) pekerjaan di Gedung Tulip. Jadi, segala kekurangan di Gedung Tulip seolah menjadi kesalahan pelaksana 2018. Padahal ada kegiatan yang sangat berhubungan dengan operasionalisasi gedung,” sambungnya.

Jelas Budi, yang pasti hanya tinggal serah terima atau FHO (Final Hand Over). “Tinggal administrasi FHO saja. tim kami sedang bertugas ada yang mendampingi Monev, dan ada yang tugas di Bappeda. Pokoknya hanya administrasi FHO saja,” jelasnya.

Sementara itu Manajemen Konstruksi (MK) Pembangunan Gedung Tulip II, Nanang Nurjamil menuturkan, masa pemeliharaan memang sudah selesai pada Juli.

“Katanya kontraktor pelaksana pun mempertanyakan kenapa FHO belum diterbitkan,” tuturnya.

Dia pun mengaku bingung mengapa FHO tak kunjung dilakukan. “Akang oge bingung puguh. Terakhir info dari Pak Budi (PPK) sudah (siap FHO) tinggal ditandatangani katanya. Coba jelasnya ke Pak Budi saja,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Direktur RSUD dr Soekardjo, Deni Diyana mengakui bahwa FHO Gedung Tulip Tahap II belum diterima pihaknya.

“Karena mungkin belum tuntas pembangunannya dan baru sampai lantai III pembangunannya dan lantai IV juga V belum,” katanya.

Dia menduga, mungkin ada hal teknis administrasi saja yang belum tuntas. “Sehingga secara formal belum diserah terimakan. Tapi kita tetap secara rutin melakukan pemeliharaan dan pembersihan di gedung baru tersebut,” ujarnya.

Disinggung apakah denda 5 persen dalam kontrak (Rp 800 juta) bisa cair atau tidak karena pemeliharaan sudah tuntas, dia juga belum dapat memastikannya.

“Kita lihat dulu sejauh mana bangunan tersebut telah memenuhi standar yang sudah ditentukan atau tidak,” jelasnya.

Sedangkan Kuasa Hukum RSUD dr Soekardjo, Taufik Rahman mengakui FHO memang belum dilaksanakan hingga kini untuk pembangunan Gedung Tulip Tahap II.

“Sepengetahuan saya hingga kini saya belum mendapat kabar apakah sudah atau belum FHO-nya. Kepastiannya silakan ke PPK-nya saja. Terkait jaminan pemeliharaan juga silakan ke PPK,” singkatnya.

Dilihat dari sisi apakah ada pelanggaran hukum atau tidak, menurut Kasie Intel Kejari Kota Tasik, Hasbi Kurniawan menilai tak ada pelanggarannya.

“Tetapi memang hingga kini belum ada laporan perkembangan pembangunan Gedung Tulip tahap II itu ke kami dari pihak PPK maupun RSUD,” ungkapnya.

Namun, pungkas dia, yang pasti pihaknya menunggu laporan resmi soal proyek ini apakah sesuai dengan perencanaannya atau tidak.

“Jaminan pemeliharaan kabarnya tidak cair (Rp 800 juta). Aturannya itu memang bisa cair tapi dikerjakannya nanti oleh pihak RSUD. Secara pandangan indikasi hukum itu tidak ada masalah,” pungkasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.