Cetak 2 Gol, Siswa Kota Tasik Bawa Harum Bangsa

141
0
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA MEMBANGGAKAN. Azhar Yanuar Windiana (12) bersama sang bunda, Erna Agustini, Jumat (13/3) di rumahnya menunjukkan setifikat Kuala Lumpur Cup 2020. Azhar adalah kapten tim FOPSSI U-12.

INDIHIANG – Timnas Forum Pembina Sekolah Sepakbola Indonesia (FOPSSI) U-12 Indonesia berhasil meraih juara 3 pada Kuala Lumpur Cup di Malaysia. Tim tersebut dikomandoi oleh Azhar Yanuar Windiana (12) asal Melati Mas Residen Kelurahan Sukamaju Kaler Kecamatan Indihiang.

Azhar merupakan perwakilan SSB Galuh Kota Tasikmalaya. Siswa kelas VI sekolah dasar ini lolos dalam seleksi di FOPSSI tingkat Jawa Barat dan masuk dalam skuad timnas U-12. Rabu 4 Maret 2020, dia pun berangkat ke Jakarta didampingi sang ibu. Mereka berangkat ke Malaysia pada hari Jumat 6 Maret.

Baca juga : RSUD Kota Tasik Gelar Istigosah Memohon Terhindar Corona

Kompetisi tersebut diikuti 120 tim dari Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand dan Vietnam dengan beberapa tingkatan usia. Tim Azhar masuk dalam kategori U-12 dan putra Tasik itu dipercaya sebagai kapten tim.

Timnas pelajar FOPSSI U-12 gagal dalam babak kualifikasi, namun ada peluang memperebutkan Shield Competition. Setelah melawan 5 tim, Anwar CS berhasil meraih juara 3. Dalam kompetisi itu sang kapten turut menyumbang dua gol.

Azhar mengaku bangga dengan keberhasilan timnya yang meraih trofi juara 3 pada event internasional itu. Terlebih sebagai gelandang serang dia turut menyumbangkan gol untuk kemenangan tim.

Loading...

“Senang, ikut maskulin gol juga,” tuturnya saat ditemui di rumahnya Jumat (13/3).
Kebanggaan juga dirasakan Erna Agustini (48), ibunda Azhar. Bagaimana tidak, anaknya itu telah membawa prestasi untuk Indonesia di tingkat Asean.

“Sebagai orang tua pasti bangga, karena anaknya bisa mengharumkan nama bangsa,” ungkapnya.
Azhar sendiri memang sudah sering mendapatkan penghargaan di kompetisi sepak bola berbagai level. Hal itu terlihat dari beberapa trofi yang terpajang di rumahnya. “Pernah jadi pemain terbaik dan sering dapat juara di tingkat Priangan Timur,” kata dia bangga.

Namun, untuk sementara waktu, Azhar belum dapat mengikuti sekolah, karena dia harus istirahat di rumah untuk beberapa waktu.

Karena sesuai aturan pemerintah, Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2020, untuk mencegah masuk dan beredarnya wabah virus Corona di lembaga pendidikan, warga sekolah yang baru pulang dari luar negeri atau negara terjangkit Corona yang dipublikasikan WHO, untuk sementara waktu tidak diperkenankan berada di area satuan pendidikan.

“Tapi kami sudah tes kesehatan dan hasilnya memang sehat, dari Dinas Kesehatan pun ada ke sini dan menyatakan sehat,” terangnya.

Erna pun mengaku cukup sedih, apalagi anaknya sangat bersemangat untuk sekolah. Karena minggu ini, kelas enam sedang melaksanakan penilaian tengah semester (PTS).
“Tadinya paling hanya satu hari saja absennya, tapi malah belum boleh sekolah,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.