Cetak Kader Andal di Industri 4.0

113
0
SEMANGAT. Ketua Umum PC PMII Kota Tasikmalaya Imam Farid Muslim, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SH bersama kader PMII foto bersama saat pembukaan PKL perdana PC PMII Kota Tasikmalaya Rabu (25/12). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Untuk mencetak kader-kader tangguh, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL) di Vila Grand Malika Kota Tasikmalaya Rabu-Sabtu (25-28/12). Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari perwakilan cabang PMII Se Jawa Barat.

Ketua Umum PC PMII Kota Tasikmalaya Imam Farid Muslim mengatakan PKL kali ini mengusung tema PMII Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0. Modul materi yang disajikan untuk bekal kader PMII adalah agar bisa menghadapi era disrupsi seperti saat ini.

“Para kader yang mengikuti PKL ini diharapkan mampu menjadi kader mujtahid (penggerak) yang siap di segala kondisi karena sudah dibekali materi sesuai dengan era percepatan,” kata dia kepada Radar, Rabu (25/12).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kader PMII mesti siap menghadapi era yang serba cepat, jangan anti terhadap teknologi informasi karena modal utama untuk menghadapi kehidupan. Peserta PKL juga jangan sampai jadi sampah negara.

“Minimal mereka dapat menyelesaikan hidup untuk dirinya sendiri, dan maksimalnya menjadi orang besar yang bisa menghidupkan organisasinya dan masyarakat sehingga menumpas kemiskinan yang berdampak pada hilangnya radikalisme,” ujar dia.

Senada, Ketua Panitia PKL PC PMII Kota Tasikmalaya Nawaf Yusuf mengajak peserta untuk siap menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0, kalau tidak siap maka akan tenggelam atau terkalahkan. Maka dalam kegiatan PKL ini, PMII berupaya untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing dan berkualitas.

Selain itu, di tengah serangan radikalisme di media sosial kader PMII mesti bisa menangkalnya. “Ada materi geopolitik dan sosial budaya kontemporer serta memperdalam Aswaja (Ahlussunnah Wal Jama’ah, Red) solusi menjawab serangan radikalisme di media sosial ataupun di dunia nyata,” katanya.

Selain itu, Nawaf berharap, setelah lulus menjadi kader PKL Kota Tasikmalaya, para kader ini harus mampu mengembangkan pengkaderan dengan menerapkan materi strategi planning. “Dengan strategi tersebut PMII bisa berjaya dan dapat melebarkan sayap kaderisasinya,” katanya.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SH mengapresiasi penyelenggaraan PKL ini karena dapat menyiapkan mental generasi muda serta memperbanyak referensi pengetahuan, pengabdian dan kebaikan untuk masyarakat.

“Gerakan kepemudaan eksistensinya sangat urgen. Sebab kalau generasi muda tidak dipersiapkan hari ini, maka akan seperti apa pergerakan di masa datang,” katanya.

Ia menyebutkan, PMII cukup matang sehingga akan menjadi garda terdepan untuk mencegah paham radikalisme di kalangan generasi muda dan masyarakat. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.