Cetak Uang Sendiri, Bakorpakem Garut Kaji Kegiatan Paguyuban Tunggal Rahayu

263
0
istimewa CETAK SENDIRI. Uang kertas yang diduga dicetak oleh sebuah organisasi.

BADAN Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Garut akan secepatnya meneliti kegiatan yang dilakukan paguyuban Tunggal Rahayu.

“Masih kami teliti soal aliran dan pergerakannya. Termasuk menggali informasi dari mantan anggotanya,” ujar Ketua Bakorpakem yang juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Sugeng Hariadi kepada wartawan, Rabu (9/9).

Baca juga : Polisi Dalami Aktivitas Paguyuban Tunggul Rahayu Garut, Cetak Uang Untuk Transaksi Antar Anggota

Menurut di, saat ini Bakorpakem sudah melakukan pembahasan terkait kemunculan Paguyuban Tunggal Rahayu. Intelijen dari Kejari Garut juga sudah dikerahkan untuk memantau paguyuban tersebut.

Pihaknya juga akan mengundang semua anggota Bakorpakem untuk membahas Paguyuban Tunggal Rahayu. Pihaknya akan mengkaji keberadaan paguyuban itu.

“Nanti rekomendasi hasil pembahasan dari Bakorpakem akan disampaikan ke pemerintah daerah untuk tindak lanjutnya.

Tentu kalau melanggar ada proses hukum yang bisa dilakukan,” katanya.

Menyangkut pelanggaran lambang negara yang dijadikan logo paguyuban, Sugeng menuturkan ada ketentuan yang mengikat masalah itu. Dalam Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 tentang Lambang Negara, ada ketentuan yang tak boleh mengubah lambang negara.

“Itu akan diserahkan ke kepolisian untuk dilakukan penyelidikannya. Sudah ada aturannya soal lambang negara. Undang-undang itu tentu mengikat,” ucapnya.

Hal yang sama juga berlaku terhadap uang yang dibuat oleh paguyuban itu. Ada undang-undang soal mata uang yang mengaturnya. Namun pihaknya belum mengetahui secara detail apakah uang itu telah beredar atau tidak.

Dihubungi terpisah, Akademisi Hukum Sekolah Tinggi Hukum Garut (STHG) Diah Puspitasari menyesalkan adanya aksi perubahan lambang Negara oleh paguyuban yang berpusat di Garut itu. Lambang negara harus dijaga dengan baik dan sudah diatur dalam undang-undang.

“Sebagai warga negara tentu harus menjaga dengan baik lambang negara ini. Tidak bisa mengubah seperti itu. Lambang negara itu jadi representasi negara,” ujarnya.

Paguyuban itu berani menambahkan kata setelah Bhineka Tunggal Ika. Aksi yang dilakukan paguyuban itu sudah masuk dalam tindakan melawan hukum.

Baca juga : Pengedar Ganja di Pasar Kulon Garut Diringkus Polisi

Ia menyebut aksi paguyuban itu sudah jelas menghina lambang negara. “Di Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 sudah jelas disebutkan melarang siapa pun membuat gambar untuk identitas yang menyerupai Garuda Pancasila,” katanya.

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan pada Pasal 57 C disebutkan setiap orang dilarang membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai lambang negara.(yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.