Ciamis Belum Layak Anak, Indonesia Darurat Kekerasan kepada Anak

98
0
MENJELASKAN. Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) Arist Merdeka Sirait SH didampingi Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH SIK MH menjawab pertanyaan jurnalis di Ciamis Selasa (10/12). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Sampai saat ini, Ciamis belum bisa disebutkan kota layak anak. Namun, menuju kota layak anak.

Demikian dikatakan Ketua Kom­nas Perlindungan Anak (KPA) Arist Merdeka Sirait SH usai mengisi seminar Pencegahan Ter­hadap Anak dan Penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum di Gedung PKK di halaman Pen­dopo, Ciamis Selasa (10/12) pagi.

“Sebuah kota layak anak dibangun dimulai dari rumah dan seterusnya,” ujar Arist Selasa (10/12) pagi.

Menurut Arist, Kabupaten Ciamis belum dikatakan kota layak anak, tapi menuju kota layak anak. Mereka harus memenuhi 31 indikator. Salah satunya memutus mata rantai kekerasan terhadap anak.

Misalnya bila masih ada yang belum punya akta lahir di wilayah Kabupaten Ciamis, itu harus dipenuhi. Itu salah satu kampanye untuk memenuhi 31 indikator. Jadi hari ini salah satu dari 31 indikator yang diinisiasi oleh Polres Ciamis bagaimana memutus mata rantai kejahatan terhadap anak. Khususnya anak yang berhadapan dengan hukum,” ujarnya.

Secara nasional, kata dia, 58 persen kejahatan terhadap anak didominasi kasus pelecehan seksual. Itu berdasarkan laporan dari polres dan lembaga-lembaga atau kegiatan perlindungan anak.

“Maka jangan heran kalau Indonesia saat ini berada di dalam darurat kekerasan terhadap anak,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi mata rantai kejahatan kepada anak itu, perlu dibangun cara pandang masyarakat agar di rumah itu ramah anak. Karena itu menjadi benteng bagi perlindungan anak.

Dia mengapresiasi inisiasi Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH SIK MH yang membangun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mencegah kekerasan terhadap anak.

“Makanya keprihatinan tingkat kejahatan itu sudah di luar akan kesehatan manusia di mana seringkali anak yang diabaikan, selalu anak dipersalahkan. Orang dewasa tidak pernah menempatkan anak punya hak,” tegasnya.

Dia mencontohkan kasus di Sukabumi. Seorang ibu melakukan hubungan seksual kepada putranya berulang-ulang. Dampaknya mereka membunuh anak angkatnya.

Di Tasikmalaya juga, kata dia, terjadi kejahatan-kejahatan di luar akal sehat. Baik anak sebagai pelaku atau sebagai korban, bahkan sebagai saksi. Hal ini menjadi perhatiannya.

“Bukan hanya Komnas Perlindungan Anak, namun Komnas Perlindungan Anak juga bermitra dan membangun dengan masing-masing penegak hukum. Bahkan gagasan hukuman kebiri juga sangat penting, karena itu perintah undang-undang,” ujarnya.

Hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual, kata dia, gagasan awalnya dari Komnas Perlindungan Anak lima tahun lalu dan sempat jadi pertentangan. Karena memang undang-undang itu selain memberikan peningkatan terhadap hukum pidana pokoknya itu yang lima tahun menjadi 10 tahun, minimal 20 tahun atau seumur hidup. Bahkan dikenal kalau itu dilakukan , memenuhi kriteria Pasal 340 KUHP Perencanaan yang dilakukan berulang-ulang bisa hukum mati.

“Bahkan saat ini sudah ada yurisprudensi di tiga pengadilan, baik itu di Kabupaten Sorong, di Bangkalan dan Surabaya, selain pidana pokoknya 12 tahun, tapi sudah tetapkan tambahan hukuman kebiri lewat suntik kimia,” tegasnya.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH MH SIK menjelaskan saat ini perlu dibangun kesadaran bersama untuk melindungi anak. Mulai keluarga, lingkungan sekolah sampai ke tingkat kabupaten.

Ketika terjadi hal-hal tidak beres di luar kewajaran, kata Kapolres, harus ada yang melapor kepada petugas. Itu untuk melindungi hak-hak anak. “Jadi tidak boleh mendiamkan atau cuek dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Kalau tidak berani lapor, bisa melalui SMS, WA. Kita sudah share nomor hape saya kepada masyarakat siapa pun berhak untuk melaporkan hal-hal, terutama korban terhadap anak,” tandasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.