Ciamis Belum Terapkan PSBB, Tegakan Disiplin Prokes

95
0
OPERASI YUSTISI. Petugas gabungan Satpol PP, TNI, kepolisian, Dishub Ciamis dan petugas dari Provinsi Jawa Barat bersiap melakukan Operasi Yustisi di Perbatasan Tasikmalaya-Ciamis, tepatnya di Kecamatan Sindangkasih Jumat (25/9). istimewa

CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis belum memilih langkah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penularan Covid-19. Mereka lebih menaikkan tingkat ketegasan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra menilai pem­berlakuan PSBB tidak dipilih karena akan mem­beratkan dunia usaha di Ciamis. Pemkab Ciamis memilih menegakkan disiplin tentang protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19.

Baca juga : Bocah Warga Ciamis yang Meninggal Bukan Keracunan Permen

Penegakan protokol kesehatan itu akan dilaksanakan Satgas Penanganan Covid-19.

Satgas tersebut akan segera Pemkab Ciamis bentuk karena itu tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Pembentukan Satuan Penanganan Covid-19 di tingkat daerah/kabupaten. Paling lambat, Pemkab Ciamis harus membentuk Satgas Penanganan Covid-19 itu 30 September 2020.

“Nantinya, keberadaan Satgas Penanganan Covid-19 akan berkedudukan sebagai pengganti Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sebelumnya telah dibentuk,” paparnya, Jumat (25/9/2020).

Loading...

Nanti, Satgas tersebut juga dibentuk dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat RT/RW. Adapun untuk level kabupaten dipimpin Bupati, pimpinan TNI dan Polri.

Sedangkan Satgas tingkat kecamatan dan desa diserahkan kepada pemerintah kecamatan.

“Kami membutuhkan bantuan bersama-sama, terutama TNI Polri karena Satgas lebih mengarah kepada penegakan disiplin penerapan Covid-19,” papar orang nomor kedua di Pemkab Ciamis ini.

Sampai Jumat (25/9/2020), jumlah kasus terkonfirmasi positif di Ciamis 69 orang. Rinciannya, 27 masih aktif, 39 sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Tren kasus Covid-19 di Ciamis, kata Wabup, terus naik. Untuk itu perlu penyikapan cepat agar Covid-19 di Ciamis bisa ditekan sehingga peningkatan Covid-19 di Ciamis tidak terjadi.
Dari 27 kecamatan, 16 kecamatan diantaranya, ada warganya yang terdata positif corona.

“Kami harapkan kembali ke kondisi lalu dengan minimnya peningkatan corona di Ciamis,” harapnya.

Penjabat Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis H Toto Marwoto menyampaikan, dalam upaya pencegahan Covid-19, Pemkab Ciamis telah mengedarkan surat larangan melakukan perjalanan dinas luar ke luar kota.

Soal pemben­tuk­an Satgas Penanganan Covid-19, kata Toto, Pemkab Ciamis akan meli­bat­kan tokoh agama, pemuda dan organisasi masyarakat.

Dalam wawancara terpisah, anggota Komisi D DPRD Ciamis Yogi Permadi menjelaskan saat ini tingkat kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan sangat longgar.

“Beda dengan saat diberlakukannya PSBB, masyarakat karena takur razia di mana-mana terus jadi disiplin, saya kira SPBB harus dilakukan guna menanamkan kedisiplinan lebih ekstra,” ujarnya menyarankan.

Dia mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis mengambil tindakan untuk menekan penyebaran corona yang setiap hari bertambah terus. Menurutnya, perlu ada peningkatan operasi dalam penekanan penyebaran corona.

“Kami berharap penekanan lebih masif terhadap para pelanggar protokol kesehatan,” imbaunya.

Anggota Komisi C DPRD Ciamis H Uus Rusdiana juga setuju dengan pemberlakuan sikap tegas kepada pelanggar protokol kesehatan. Termasuk, Pemkab Ciamis sudah saatnya menerapkan PSBB.

“Saya rasa setuju bila PSBB dilakukan guna menekan penyebaran corona di Ciamis,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Ciamis Andang Irfan Sahara, sebelumnya, menilai Kabupaten Ciamis sudah layak memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), karena saat ini kasus Covid-19 terus naik.

“Diberlakukan PSBB tersebut agar masyarakat benar-benar menerapkan disiplin protokol kesehatan, karena selama ini banyak masyarakat yang masih mengabaikan pakai masker atau jaga jarak,” papar Andang Kamis siang (24/9/2020).

Andang menyampaikan PSBB akan memasifkan gerakan 3 M: memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dan memperketat akses masuk dan keluar Ciamis.

“Sudah harus diperketat, berlakukan PSBB lebih baik dan efektif agar menekan penyebaran corona,” tegasnya.

Baca juga : Sinergitas Unigal & Pemkab, Percepat Kemajuan Ciamis

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis H Yoyo dr MMKes mengatakan sejauh ini Ciamis belum bisa diberlakukan PSBB. Saat ini, pihaknya baru membentuk Satgas Covid-19.

“Namun yang jelas upaya kami memperketat protokol Covid-19 di Kabupaten Ciamis guna men­cegah penularan lebih luas lagi,” paparnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.