Ciamis Berlakukan PSBB di 27 Kecamatan, Pengawasan Khusus di 4 Lokasi

3703
0
ISTIMEWA PIMPIN RAPAT. Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya MM memimpin rapat pembahasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Operation Room Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Kamis (30/4) malam.

CIAMIS – Pemkab Ciamis memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Rencananya PSBB akan dilaksanakan menyeluruh di 27 kecamatan.

Terlebih sampai Jumat (1/5) sudah ada 35.399 pemudik yang masuk Ciamis.

“Kami lakukan PSBB secara menyeluruh tiap kecamatan mengingat pertimbangannya banyaknya migrasi yang terjadi ke Kabupaten Ciamis,” tutur Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya MM kemarin.

Baca juga : Tadi Malam Longsor Tutup Jalan Panawangan-Rajadesa Ciamis, Akses tak Bisa Dilalui

Keputusan melaksanakan PSBB di seluruh kecamatan itu, kata Herdiat, telah disepakati seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Mereka menggelar rapat membahas soal PSBB di Operation Room Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis Kamis (30/4) malam.

Sebelumnya, kata Herdiat, hasil video conference bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan 17 kepala daerah se-Jawa Barat, disepakati pengajuan PSBB tingkat provinsi yang direncanakan mulai Rabu 6 Mei 2020.

Usulan dari Pemprov Jabar itu telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan. Daerah yang padat penduduknya harus mendapat perhatian khusus dalam pengawasan PSBB.

Di Ciamis, daerah-daerah yang mendapatkan perhatian khusus itu antara lain Kecamatan Panumbangan, Banjarsari, Cipaku dan Panjalu. Migrasi ke empat daerah itu tinggi.

Terkait anggaran untuk PSBB dan penanganan Covid-19, kata Bupati, segera direalisasikan. Paling tidak anggaran itu sudah ada di SKPD masing-masing.

Kalau ada yang harus melalui tahapan lelang, kata Bupati, harus diikuti mekanisme aturan yang berlaku tersebut.

“Untuk rambu-rambu yang dibatasi dalam PSBB nanti dibahas lebih jelas pada Peraturan Bupati. Peraturannya akan diterbitkan tatkala sudah ada kepastian Persetujuan dari Kemenkes RI terkait ajuan PSBB serentak Tingkat Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra SIK MH menjelaskan pihaknya bersama Satpol PP saat PSBB akan membubarkan masyarakat yang berkerumun. Untuk itu masyarakat diimbau tidak berkerumun.

“Kami juga lakukan pengecekan di perbatasan-perbatasan selain dari Gugus Tugas juga dikuatkan dengan Operasi Ketupat (Lodaya Covid-19, Red) yang dilakukan di sembilan perbatasan tersebut,” tegas perwira alumnus Akpol 2000 ini.

Berkaitan dengan pemudik yang masuk ke Ciamis, Kepala Dinas Kesehatan Ciamis dr Yoyo mengimbau masyarakat melakukan pengawasan kepada warga yang mudik ke Ciamis.

Para pemudik itu diminta untuk melaksanakan karantina mandiri di rumah. Itu sebagai upaya antisipasi penyebaran wabah Covid-19 dari para pemudik.

Karantina tidak dilakukan di satu tempat terpusat di desa atau kecamatan karena dari hasil kajian dikhawatirkan dengan ditempatkan di satu tempat akan datang para pemudik lainnya yang berbeda waktu kedatangannya.

“Kita takutkan ada diantaranya yang membawa virus tersebut yang tidak terlihat dengan gejala fisiknya, sehingga potensi penyebaran pun lebih tinggi,” paparnya.

Baca juga : 27 Sopir Ambulan Ciamis yang Diperbantukan di Tim Covid-19 dengan Honor Rp300 ribu Sebulan

Untuk itu, kata Yoyo, masyarakat harus bergotong-royong melakukan pengawasan kepada pemudik. Pihak desa, kata dia, bisa membentuk relawan pengawasan pemudik dari unsur masyarakat.

“Kami harapkan lakukan upaya gotong royong dalam melakukan imbauan serta pengawasan kepada para pendatang dari zona merah,” paparnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.