Ciamis Didominasi Kasus Miras Oplosan

98

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PENANGKAPAN pengedar narkoba di Sindangkasih oleh BNNK Ciamis merupakan yang pertama sepanjang tahun 2017-2018. Tahun lalu, tidak ada. Pada tahun 2017, BNNK Ciamis lebih banyak menemukan kasus minuman oplosan. Banyak korban berjatuhan.

“Justru Ciamis ini kebanyakan pengguna oplosan yang memang banyak menyebabkan kematian,” tutur Kepala BNNK Ciamis AKBP Yaya Satyanagara.

Dari data BNNK, lanjutnya, ada tiga kejadian penenggak minuman oplosan pada tahun 2017 yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Yakni di Kecamatan Sidangkasih, Panumbangan dan Rajadesa.

Para penenggak miras oplosan biasanya meracik minuman sendiri dengan mencampur berbagai bahan berbahaya. Seperti Seperti big cola dicampur spirtus, lotion anti nyamuk, obat batuk dan lainnya. Ada juga yang mengonsumsi jamur kotoran sapi, kecubung sampai lem aibon. Mereka kebanyakan berasal dari masyarakat ekonomi kelas bawah.

Baru-baru ini, lanjut dia, BNNK Ciamis juga menemukan kasus miras oplosan di Kecamatan Pa­numbangan dimana pelakunya mencampur alkohol dengan serbuk kaca lampu led yang telah ditumbuk.

“Berbagai cara supaya mabuk. Mereka mencampur- campur aneka minuman supaya efeknya menendang. Padahal, risikonya bisa mematikan dengan cepat,” paparnya. (isr)

loading...