Ciamis Pasok Telur & Ayam ke Kota Bogor

80
1
BERSINERGI. Pemkab Ciamis dan Pemkot Bogor sepakat bekerja sama untuk pemenuhan pangan strategis. Penandatanganan kesepakatan itu dilaksanakan di Aula Pemkab Ciamis Kamis (17/9). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Kebutuhan daging ayam dan telur Kota Bogor akan dipasok dari peternak di Kabupaten Ciamis. Itu bagian dari kesepakatan penyediaan pangan strategis antara Pemkot Bogor dan Pemkab Ciamis.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemkab Ciamis dan Kota Bogor dilaksanakan di Aula Pemkab Ciamis, Kamis (17/9) sekitar pukul 10.00.

Baca juga : Wabup Ciamis Prihatin atas 2 Kades Tersandung Hukum

Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani Pjs Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis H Toto Marwoto dan Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif Hidayat.

Hadir juga dalam kesempatan itu Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya, Kepala Kantor BI Jawa Barat Herawanto, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja dan Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Darjana serta Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir Abdullah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Herawanto menjelaskan, kesepakatan kerja sama antara Pemkab Ciamis dan Pemkot Bogor itu sebagai upaya menjaga pasokan pangan strategis di Provinsi Jawa Barat.

Loading...

Itu sejalan dengan isu strategis pemulihan ekonomi Jawa Barat menjaga keberimbangan antara ketersediaan pasokan dan permintaan, terutama ketersediaan pasar, baik secara online maupun offline.

Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat bersama BI Cirebon serta BI Tasikmalaya, sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait tentang berbagai upaya strategis pengendalian inflasi.

“Nah pada Kamis hari ini kita diselenggarakan perjanjian kerja sama sebagai implementasi KAD (kerja sama antardaerah) antara Kota Bogor dan Kabupaten Ciamis tentang penyediaan pangan strategis,” terangnya dalam keterangan tertulisnya.

Perjanjian kerja sama tersebut merupakan bagian dari kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bogor dengan Kabupaten Ciamis tentang Kerja Sama Pembangunan Antar Daerah Kota Bogor dan Kabupaten Ciamis. Kesepakatan itu telah ditandatangani sebelumnya oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM.

“Dengan ditandatanganinya perjanjian Kerja sama Antar Daerah (KAD) ini, kebutuhan pangan strategis yang saat ini dikhususkan untuk produk telur ayam ras dan daging ayam ras bagi masyarakat Kota Bogor akan dipasok oleh peternak ayam ras di Kabupaten Ciamis, sebagai daerah produsen,” ujarnya.

Adanya jaminan ketersediaan pasokan telur dan daging ayam ras, maka kestabilan harga di Jawa Barat, Kota Bogor dan Kabupaten Ciamis khususnya akan relatif terjaga.

“Sebagai langkah awal penguatan kerangka kerja sama antardaerah ini, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Kepala BI Tasikmalaya Darjana kepada Bupati Ciamis Dr Herdiat Sunarya berupa gudang pendingin (cold storage) dengan kapasitas simpan 30 ton dan gudang pembeku daging teknologi tinggi (air blast) berkapasitas 2 ton,” terangnya.

Herawanto menjelaskan bantuan tersebut selanjutnya diberikan Bupati Ciamis kepada Perkumpulan Peternak Ayam Priangan selaku produsen komoditas daging ayam ras.

Sebagai realisasi perjanjian kerja sama antara Kota Bogor dengan Kabupaten Ciamis, dilakukan pembelian perdana komoditas telur ayam ras oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya kepada Paguyuban Peternak Ayam Petelur Ciamis menggunakan transaksi non tunai (QRIS).

Mengacu pada kesepakatan bersama antara kedua kepala daerah, kerja sama di antara kedua wilayah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dan penyediaan pangan strategis, namun juga mencakup pengembangan smart city dan e-government; pengembangan ekonomi kreatif, koperasi, usaha kecil dan menengah.

Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata dan bidang-bidang lain yang disepakati bersama mengacu pada kebutuhan untuk pengembangan ekonomi di kedua wilayah.

“Apresiasi dan dukungan atas inisiasi yang digagas oleh Pemerintah Daerah Kota Bogor dan Kabupaten Ciamis ini,” ucapnya.

Mengacu pada roadmap pengendalian inflasi, kata Herawanto, kesepakatan yang ditandatangani tersebut akan terus dikembangkan dalam konteks penanganan inflasi secara sustainable.

Jadi tidak hanya stabilitas harga di tingkat konsumen, namun juga stabilitas harga di level produsen. Jadi tidak hanya terbatas di antar kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat, namun jika diperlukan akan terus dikembangkan dengan berbagai provinsi lainnya di Indonesia.

Konsep KAD juga, terangnya, akan terus dikembangkan, sehingga tidak hanya terbatas berupa kerja sama antar instansi pemerintah, dengan pelaku usaha, antar pelaku usaha atau kombinasi dari dua atau tiga bentuk kerja sama dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas mekanisme.

Tentunya sejauh memungkinkan dapat melibatkan institusi-institusi terkait lainnya seperti Bulog.

“Dengan demikian, konsep KAD akan dapat dikembangkan tidak hanya untuk pemecahan masalah sekarang namun juga untuk antisipasi pemecahan masalah ke depan, dan mampu menjadi framework yang bisa dihidupkan sewaktu-waktu saat dibutuhkan,” ujarnya.

Jadi, secara lebih luas, KAD yang dikembangkan tentunya tidak hanya terbatas pada upaya pengendalian inflasi, namun mampu menjadi salah satu media untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang mengalami tekanan sebagai dampak pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Hal ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk terus mengendalikan virus Covid-19 namun dengan tetap menumbuhkan perekonomian masyarakat. Menumbuhkan perekonomian masyarakat, tanpa melupakan protokol kesehatan yang ditetapkan (Kill the virus, but not the economy. Control the pandemy, but not to stop the economy),” ujarnya.

Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM menjelaskan penandatanganan kerja sama di Ciamis merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang ditandatanganinya dengan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Kerja sama dengan Pemkot Bogor itu menjadikan Ciamis sebagai produsen, terutama unggas: daging dan telur. Jadi ketika produksi-produksi Ciamis melimpah, harganya tidak lagi anjlok. Karena daging ayam dan telur didistribusikan ke Kota Bogor. “Semoga dengan kerja sama ini bisa menstabilkan harga yang di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Baca juga : Kasus Covid-19 di Ciamis Nambah 4 Orang dari Kecamatan Rancah

“Jadi kita baru dikerjasamakan di bidang perunggasan telur dan daging,” paparnya.
Produksi telur ayam di Ciamis mengalami surplus untuk dikonsumsi masyarakat Ciamis.

Telur-telur itu dipasarkan ke Kota Bandung, Jawa Tengah dan lainnya. Namun setelah ada kerja sama dengan Pemkot Bogor, maka sepanjang telurnya ada, akan dikirim ke Bogor. “Tidak terbatas,” ujar Herdiat. (isr)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.