Ciamis Terbebani Belanja Pegawai

175
0

CIAMIS – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis meminta pemerintah pusat menambah kucuran dana alokasi umum (DAU) untuk membiayai anggaran pegawai demi mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD).

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Pegawai BKPSDM Kabupaten Ciamis Ihsan Rasyad AKS MM menerangkan, anggaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) atau pun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) masih menjadi beban berat APBD Kabupaten Ciamis. “Kami berharap dalam menanggulangi semua itu ada penambahan dana alokasi umum (DAU) dari pusat,” ujar Ihsan kepada Radar.

Menurut dia, belanja pegawai sangat tinggi. Lebih besar dari belanja publik. Hal ini hampir terjadi seluruh kota dan kabupaten. Bahkan, belanjan pegawainya ada yang mencapai 70 persen. Maka dari itu, dia meminta pemerintah pusat menambah DAU untuk Kabupaten Ciamis. “Seharusnya tenaga pegawai itu gajinya dipisahkan dari APBD,” tuturnya.

Selain soal gaji pokok, sertifikasi pegawai juga dibebankan ke APBD. Otomatis belanja pegawai semakin membengkak. Apalagi gaji PPPK juga sama dengan gaji PNS. “Selain itu, semua penerimaan CPNS juga dibebankan kepada daerah juga sehingga pemerintah Ciamis juga tidak berani menerima pendaftaran lebih banyak karena beban APBD terbatas,” ujar dia.

Ciamis, kata dia, masih kekurangan PNS mencapai 22.673. Saat ini baru ada penambahan sebanyak 189 CPNS umum dan lima bidan PTT serta rencana penerimaan 60 PTT. Ditambah lagi pindahan pegawai dari daerah lain sebanyak tujuh orang.

Penambahan pegawai tersebut tentu saja belum memenuhi kebutuhan. Apalagi sejak Januari hingga bulan ini banyak yang pensiun. Sebanyak 242 orang sudah masuk batas usia pensiun (BUP), 21 orang pensiun dini, dan 14 orang meninggal dunia. Selain itu ada 15 pegawai yang pindah dari Ciamis. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.