Disiapkan Lahan 565 Hektare, Terlarang untuk Pabrik Semen

Cimerak Jadi Zona Industri Besar

475
0
TANDA TANGANI. Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata dan Ketua DPRD Iwan M Ridwan saat penandatanganan Perda RTRW Selasa (22/5). (Deni Nurdiansah/radartasikmalaya.com)
Loading...

PARIGI – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyiapkan kawasan Cimerak sebagai zona industri besar. Luasnya 565 hektare.

”Di situ (Cimerak, Red) tidak bisa dibangun pabrik semen. Tidak juga untuk pertambangan pasir besi,” ujar Ketua DPRD Iwan M Ridwan usai Rapat Paripurna Penetapan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran tahun 2018-2038 Selasa (22/5).

Jenis industrinya, menurut Iwan, adalah industri yang menunjang kepariwisataan di Pangandaran.

”Karena ada kekhawatiran nantinya di Cimerak akan dibangun pabrik-pabrik,” terangnya.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan setelah Perda RTRW terbit, selanjutnya dilakukan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

Loading...

”Itu menjadi prioritas juga. Kemudian menyesuaikan seluruh arah kebijakan sesuai dengan Perda RTRW ini,” ujar orang nomor satu di Pemkab Pangandaran ini.

Ketua Pansus Pembahasan Raperda RTRW Asep Noordin menjelaskan Raperda RTRW Kabupaten Pangandaran merupakan Raperda strategis dan mempunyai dampak yang sangat luar biasa untuk pengembangan wilayah Pangandaran. Perda tersebut sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Pangandaran.

“Untuk hal tersebut di atas, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran yang telah berjuang mewujudkan Raperda RTRW dalam waktu yang relatif singkat yakni selama tiga tahun. Telah mendapatkan persetujuan substansi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang,” ungkapnya.

Menurut Asep, pembahasan Raperda RTRW dimulai 23 April sampai 22 Mei 2018. Mulai tahapan pembahasan rapat internal, rapat dengan organisasi perangkat daerah, konsultasi ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jabar dan konsultasi ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang kemudian konsultasi ke Badan Informasi Geospasial (BIG).

”Selanjutnya dilakukan public hearing dengan stakeholder terkait,” ujarnya. Termasuk, sinkronisasi dengan pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi-fraksi.

Hasil pembahasan tersebut, kata dia, Pansus memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk menyesuaikan Perda-Perda di Kabupaten Pangandaran dengan Perda RTRW.

”Memprioritaskan pembangunan waduk/embung sebagai solusi penanganan banjir di kawasan pertanian. Kemudian pengembangan industri di Kabupaten Pangandaran harus merupakan industri yang mendukung pariwisata, industri kelautan, industri pertanian dan industri perikanan, non pollution serta sesuai dengan kondisi wilayah,” ucapnya.

Pemkab Pangandaran juga disarankan untuk membangun Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) di setiap kecamatan.

“Menyediakan lahan yang sesuai standar pemerintah daerah,” ujarnya.

Pemda juga harus segera mungkin menerbitkan Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Itu sebagai tindak lanjut atau turunan dari Perda RTRW.

”Pemda segera menerbitkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) dalam upaya perwujudan wisata yang mendunia serta pemda harus tegas dalam menyikapi adanya pembangunan yang bertentangan dengan RTRW,” katanya.

Ketua DPRD Iwan M Ridwan mengatakan dalam rapat fraksi sebelumnya, ada empat fraksi yang menyetujui Raperda RTRW untuk diparipurnakan. Sedangkan ada dua fraksi lagi ingin menunda rapat paripurna tersebut.

”Kenapa ingin menunda, karena ada yang harus disempurnakan terutama menyangkut usulan dari fraksi-fraksi, namun akhirnya ada kesepakatan untuk melaksanakan paripurna tadi,” ujarnya.

Untuk pe­nyem­pur­naan Perda RT­RW, menurut Iwan, bisa dilakukan saat evaluasi di gu­­bernur nanti.

”Atau nanti hasil evaluasi gubernur kita sempurnakan,” jelasnya.

Masukan dari DPRD dalam Per­­da RTRW, menurut ia, yaitu pembangunan TPA di setiap kecamatan.

”Jadi, kalau hanya difokuskan di beberapa wilayah, maka wilayah lainnya tidak ter-cover,” ucapnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.