Cita-cita Jadi Designer Terkenal, Andriana Berpulang dengan Busana Hasil Sendiri

54
Jenazah Andiana Korban Penusukan Singgah di Cianjur

CIANJUR – Masih pagi buta. Sekitar pukul 05:00 WIB. Suara ambulan menggema di Jalan Siliwangi Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur saat mengantarkan jenazah Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi yang menjadi korban penusukan di Bogor pada Selasa (8/1).

Dara cantik yang kini terlelap selamanya itu diantarkan ke Cianjur sesuai permintaan pihak keluarga khususnya dari sang kakek, Robin.

Jenazah gadis berusia 18 tahun itu langsung disambut isak tangis saat tiba di Cianjur. Buah hati dari Yohanes Donbosco Wijanarko (43) dan Fitri Satarianti (40) itu menjalani ragam prosesi pra pemakaman. Wajahnya nampak tersenyum meski sedikit.

Pihak keluarga secara bahu membahu berusaha untuk memandikan dan mengenakan pakaian kepada alamarhum siswi SMK Kelas IX SMK Baranang Siang, Kota Bogor itu.

Hanya satu pakaian yang disepakati pihak keluarga untuk dikenakan kepada Noven. Adalah busana hasil karyanya sendiri yang menjadi pakaian terakhir menemani jenazah ke liang lahat.

Beres. Jenazah pun siap dibawa ke Gereja Santo di Petrus Jalan Siliwangi Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur. Ada ruangan khusus dengan dekorasi kain berwarna putih dan biru. Ada jejeran kursi plastik biru yang nampak penuh menjadi tempat duduk beberapa orang.

Jenazah Noven diistirahatkan di dalam peti jenazah berwarna putih yang dilengkapi dengan motif ukiran di sekeliling peti dan salib kuning di bagian tengah. Meja sederhana pun disiapkan untuk meletakan foto Noven selama hidup di antara dua buah bunga dan lilin.

Terlelap cantik dengan mengenakan baju berwarna ungu. Busana Noven pun ditutup kain pasmina berwarna abu-abu dan pada bagian kaki tertutupi kain putih. Ternyata, rangkaian busana yang dikenakan Noven kemarin merupakan hasil busana karya pertamanya sendiri.

“Tidak ada barang kesayangan yang dibawa (ke dalam peti) tapi Noven mengenakan pakaian hasil karya pertamanya,” ujar Bibi Noven, Rini.

Dengan mata berkaca-kaca, Rini menjelaskan, semua pihak keluarga turut merasa kehilangan dan bersedih. Pasalnya, remaja belia yang biasa dipanggil Nten oleh keluarga kakeknya tersebut dikenal sebagai sosok yang ceria. Tak hanya itu, di mata kerabat Noven dinilai ramah dan suka menghibur seperti tidak memiliki beban.

“Dia (Noven, red) orangnya suka membantu dan rajin beribadah. Kita di sini memiliki panggilan kesayangan yaitu Nten,” tutur Rini sambil terus menatapi jenazah.

Ia mengungkapkan, pertemuan terakhir terjadi ketika perayaan Natal. Noven merayakan Natal bersama keluarga besar kakeknya di Gang Warga Sari RT1/RW13 Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur.

Noven memilih sekolah di Bogor karena merasa cocok dan ingin belajar untuk mandiri. selain itu melihat sekolah yang memiliki kerjasama yang luas dengan butik-butik. Anak pertama dari dua bersaudara ini memiliki hobi bernyanyi dan tinggal di asrama sekolah.

Hingga akhirnya memutuskan untuk tinggal di sebuah kosan. “Saya pernah pertama kali ke Bogor untuk mengantar ke sekolahnya untuk daftar dan tinggal di asrama, untuk memilih tinggal di kosan sepertinya itu keinginan untuk lebih mandiri,” paparnya.

Sayang seribu sayang, mimpi dan harapan harus terkubur. Cita-cita sebagai seorang designer harus terhenti di tangan pria yang menusuknya. Tak ada lagi senyum ramahnya, tak ada lagi keceriaan yang biasa menghiasi orang-orang sekelilingnya.

Semua hanya menjadi kenangan, keluarga pun sangat kehilangan dan terpukul. “Sangat kehilangan, kami sekeluarga berharap pelaku segera tertangkap,” lirihnya.

Adik Noven, Kendel Jati Cahya Perwita mengungkapkan, sebelum terjadi peristiwa tersebut, kakaknya sempat bercerita soal laki-laki. Hal itu diketahui Cahya saat Noven bertemu di tahun baru. “Terakhir kami jogging pagi bareng. Ia sempat curhat masalah cowok,” katanya kepada Radar Cianjur.

Ayahanda Noven, Yohanes Donbosco Wijanarko tak menyangka jika putri tercintanya akan meninggal dunia secara tragis. “Saya berharap agar polisi cepat menangkap pelaku yang menusuk anak saya hingga tewas ini,” tegasnya.

Pada pukul 10.00 WIB jenazah Noven pun dibawa untuk disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cimuncang, Kota Bandung setelah sebelumnya dilakukan peribadatan terlebih dahulu di Gereja Santo Petrus Cianjur.

(kim/dil)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.