Cita-cita Siswi SMPN 6 Kota Tasik yang Jasadnya di Gorong-gorong Ingin Jadi Polisi

7192
0
KENANGAN. Salah satu tulisan DS semasa hidup. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Setelah diperiksa Tim Forensik, jenazah DS (13), siswi SMPN 6 Tasikmalaya diserahkan kepada pihak keluarga. Jasad pelajar itu pun dikebumikan di Gadog, Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi, Rabu (29/1).

Jenazah DS tiba di rumah duka pukul 09.00 dan langsung disalatkan di masjid setempat. Selain keluarga dan warga sekitar, warga SMPN 6 Tasikmalaya pun turut serta melaksanakan salat jenazah dan mengantarkan DS ke pemakaman.

Baca juga : VIDEO – Jerit Tangis Histeris saat Pemakaman Siswi SMPN 6 Kota Tasik yang Ditemukan di Gorong-Gorong

Isak tangis mengiringi kepergian almarhum, terutama dari keluarga khususnya ibu korban, Wati Candrawati. Namun demikian, ayah kandung korban Budi Rahmat tak terlihat hadir.

Wati menuturkan almarhumah DS merupakan sosok periang ketika di rumahnya. Meskipun sikap itu berbanding terbalik ketika anak sulungnya berada di sekolah. “Kadang bercanda, kadang berantem sama adiknya,” ungkap dia kepada Radar, kemarin.

Dia mewajarkan jika anaknya tidak terlalu aktif di sekolah, mengingat DS malu karena sering diejek. Bahkan selama ini belum pernah ada teman sekolahnya yang main ke rumah, meskipun jarak antara rumahnya dan SMPN 6 Tasikmalaya tergolong dekat. “Paling Silvia (teman dekat korban, Red) saja, itu pun karena masih orang sini,” ujarnya.

Wati masih ingat beberapa keinginan DS semasa hidupnya, diantaranya membeli ponsel. Namun penghasilannya dari berjualan lontong belum memberikan uang lebih untuk membelikannya smartphone. “Paling suka pinjam ke bibinya buat permainan,” tuturnya.

Selain itu, Februari mendatang SMPN 6 Tasikmalaya akan melaksanakan study tour ke Bandung. DS ingin sekali mengikuti kegiatan tersebut. Wati pun mendukung keinginan itu. “Rencananya memang mau ikut ke Bandung,” terangnya.

Baca juga : Ibunda Siswi SMPN 6 Kota Tasik yang Jasadnya Ditemukan di Gorong-Gorong Minta Kepastian

Sementara itu, pada salah satu buku catatan DS yang ditemukan Radar, terdapat sebuah ungkapan cita-citanya. Meskipun tidak tertulis tanggal pembuatannya, namun jelas bahwa catatan itu ditulis sebelum DS lulus SD.

Pada tulisan tangan dengan menggunakan pensil itu, tertulis bahwa DS memiliki cita-cita menjadi seorang Polwan supaya bisa memberantas kejahatan. DS pun bertekad untuk belajar secara sungguh-sungguh meraih impian tersebut.

Terkait catatan tersebut, Wati tidak mengetahui secara pasti. Akan tetapi anak sulungnya memang pernah berangan-angan menjadi seorang Polwan. “Iya, dia sempat berangan-angan jadi Polwan,” katanya.

Terpisah, Wakasek Kesiswaan SMPN 6 Tasikmalaya Saepulloh mengatakan dalam waktu dekat ini memang sekolah memiliki agenda Outing Class untuk kelas VII. Program tersebut sejenis karyawisata atau study tour ke tempat bersejarah. “Rencananya mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Bandung.” tuturnya.

Karena bukan pelaksana, Saepulloh kurang mengetahui waktu pelaksanaan beserta biayanya. Yang pasti, program tersebut bukan merupakan hal wajib bagi para siswa. “Bukan wajib, jadi yang mau ikut saja,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.