Cita Rasa Tinggi Kopi Kuning Dibanding Jenis Arabika Lain, Faperta Uniga Lakukan Ini..

170
0
RISET. Dosen Prodi Agroteknologi Faperta Uniga Hanny Hidayati Nafiah SP, MP (kanan) dan Ai Yanti Rismayanti SP, MP melakukan riset pengembangan kopi kuning asli Garut. Istimewa

TAROGONG KIDUL – Program Studi (Prodi) Agroteknologi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Garut terus berupaya mengembangkan pembibitan kopi biji kuning (Kopi Koneng).

Saat ini dosen dan mahasiswa Prodi Agroteknologi masih melakukan penelitian dalam memperbanyak bibit kopi kuning itu. Dosen Prodi Agroteknologi Faperta Uniga Hanny Hidayati Nafiah SP,MP mengatakan pengembangan bibit unggul dan bermutu kopi kuning dilakukan untuk peningkatan potensi kopi arabika berbuah kuning di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut.

Baca juga : 2 PDP di Garut Meninggal, Pasien Positif Corona Membaik

“Jika mendapatkan bibit unggul mudah diakses akan menjadi penopang dalam memelihara kegairahan petani kopi di Indonesia, khususnya di Garut,” katanya dalam rilisnya yang diterima Rakyat Garut, Jumat (3/4).

Hanny menerangkan varietas kopi biji kuning sangat potensial untuk dikembangkan petani kopi di Garut, karena memiliki karakteristik yang unik, yaitu buahnya tidak berwarna merah ketika masak, melainkan berwarna kuning.

Saat ini para petani kopi di Garut khusunya di wilayah Pegunungan Papandayan, terutama di daerah Curug Orok Kecamatan Cikajang yang merupakan sentra perkebunan kopi buah kuning, banyak menyukai varietas kopi ini, karena hasilnya dinilai tinggi yakni lebih dari 1 ton per hektarnya dan ukuran bijinya tergolong besar.

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa varietas kopi arabika buah kuning menghasilkan biji berukuran besar, sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2907- 2008. Kopi biji kuning ini juga memiliki cita rasa terbaik dibandingkan kopi arabika lainnya. “Karena memiliki cita rasa terbaik, sehingga berimbas pada harganya yang relatif jauh lebih tinggi dibanding jenis arabika lainnya,” terangnya.

Menurut dia, upaya meningkatkan potensi kopi kuning, sudah menjadi perhatian pemerintah. Hal itu terlihat dari adanya nota kesepahaman antara Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat pada 25 Juli 2019 tentang kerja sama pemuliaan tanaman kopi arabika varietas berbuah kuning hasil eksplorasi di Kabupaten Garut.

Menurutnya, pengembangan kopi kuning dengan kualitas terbaik perlu dilakukan, karena berdasarkan data FAO 2017, saat ini Indonesia menjadi salah satu produsen utama kopi keempat setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Segmentasi pasar kopi specialty memperlihatkan kecenderungan yang kian meningkat.

“Saat ini kopi nusantara telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sehingga peluang ini perlu dimanfaatkan sebaikbaiknya bagi pengembangan kopi nasional,” terangnya.

Sementara itu, Ai Yanti Rismayanti SP, MP, dosen Budidaya Tanaman Lokal Garut dan Tanaman Perkebunan mengatakan kopi biji kuning merupakan kopi arabika yang dapat diperbanyak secara generatif. Seperti menggukana biji dan vegetatif menggunakan stek, okulasi dan sambung pucuk.

Tetapi untuk mendapatkan sumber bibit berkualitas, kata dia, cara terbaik dalam memperbanyak pembibitan kopi yakni melalui teknik kultur jaringan. Teknik ini memberikan alternatif dalam perbanyakan kopi.

Baca juga : Dinkes Garut Lacak Orang-orang yang Kontak dengan Postif Corona

“ Teknik ini untuk memproduksi bibit yang relatif seragam dalam skala besar, dengan waktu yang lebih singkat serta bebas hama dan penyakit,” ujarnya. Ai menerangkan dengan bibit yang bagus, akan menghasilkan kopi yang berkualitas. Karena kopi yang berkualitas akan lahir sejak ditanam hingga proses pascapanen.

Para pecinta kopi bahkan merumuskan 60 persen rasa dan aroma kopi ditentukan pada fase ini. “Cara menyeduh kopi hanya berperan kecil dalam menentukan kualitas akhir kopi. Petani-petani harus mendapatkan referensi empiris agar dapat menghasilkan kopi berkualitas,” terangnya. Ai bersama rekannya Hanny Hidayati Nafiah SP, MP pun melakukan riset pengembangan kopi kuning dengan mendapatkan dana hibah riset dari Kemeristekdikti untuk tahun 2020. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.