Citra Kepatuhan Harus Diutamakan

19
0

SINGAPARNA – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna SE mengatakan, temuan BPK RI perwakilan Jabar terhadap kekurangan volume dalam pekerjaan jalan bukan soal pengembalian, melainkan buruknya citra kepatuhan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Lebih kepada citra dan nama baik pemerintah daerah dalam komitmen menjalankan pembangunan yang bersih dan sesuai dengan aturan serta aspek pembangunan itu sendiri. Kalau setiap tahun seperti ini berarti kepatuhannya dipertanyakan,” kata Nana kepada Radar, Rabu (26/6).

Lanjut dia, persoalan pekerjaan yang kurang volume ini harus mendapatkan perhatian serius. Karena, pada pekerjaan sebelumnya sudah menetapkan beberapa pejabat sebagai tersangka dugaan korupsi. “Jadi jangan sampai kekurangan volume pada pekerjaan ini menjadi hal yang biasa, namun harus diperbaiki untuk menuju pemerintahan yang sehat,” bebernya.

Kemudian, tambah Nana, harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki kinerja pemerintah daerah. Termasuk harus selektif juga pemerintah dalam pemilihan rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan.

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya H Ruhimat mengatakan, nilai kekurangan volume dari 18 paket pekerjaan jalan ini cukup besar. Maka dari itu, pemerintah daerah harus segera menyelesaikannya, termasuk mengembalikan kerugian negara itu. “Pengembalian harus tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh BPK,” katanya.

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya Drs Yusep Yustisiawandana MM terkait progres berapa yang sudah dikembalikan ke kas daerah melalui sambungan teleponnya belum memberikan jawaban.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.