Coba Kabur, Residivis Maling Mobil di Kota Tasik Ditembak Polisi

851
0

KOTA TASIK – Residivis maling spesialis mobil, YN alias Nanut (25), warga Kampung Cimari, RT09, RW06, Desa Kulon, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, meringis kesakitan setelah betis kaki kanannya ditembus timah panas Timsus Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (31/12).

Dia berusaha melawan petugas dan kabur saat hendak ditangkap di rumahnya. Setelah ditembus timah panas, dia tak berkutik.

Bersama rekannya, TK alias Ando (20) warga Kampung Burujul III, RT02, RW03, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasik, YN akhirnya diciduk Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Penangkapan kedua pelaku ini dilakukan aparat Kepolisian kurang dari 24 jam.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto mengatakan, penangkapan kedua pelaku pencuri mobil ini berawal dari hilangnya mobil Carry Futura Box bernopol Z 8607 WR milik korban, Parno, sekaligus saksi kejadian.

Peristiwa pencurian terjadi di halaman Masjid Nur Rafi’i, Jalan Dr Moch Hatta, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Senin (30/12) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Korban terakhir memarkir mobil itu Minggu (29/12) pukul 18.30 WIB.

“Kemudian korban pulang ke rumah kontrakan yang berjarak kurang
lebih 100 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk istirahat,” ujar Kapolres kepada radartasikmalaya.com, Selasa (31/12) Sore.

“Namun keesokan harinya sekira Jam 05.00 wib, diketahui korban ternyata mobil tersebut sudah tidak ada di tempat parkir dan diduga telah dicuri. Jadi pelaku mencuri mobil itu saat parkir di halaman masjid,” tambah Kapolres.

Terang dia, aksi pelaku ini dilakukan pada malam hari menggunakan alat berupa kunci astag dan kunci
pass 8 untuk membuka kunci pintu mobil.

“Kemudian mencabut kabel kontak, menyalakan mobil itu dengan sebuah socket untuk menggabungkan kabel kontak kendaraan sehingga mesin mobil itu menyala,” terangnya.

Beber dia, setelah mendapat laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan bekerja sama dengan ICS Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya untuk memantau CCTV.

“Akhirnya diketahui pelaku ini mengambil mobil milik korban sekira jam 02.00 Wib. Setelah menganalisa CCTV, diketahui pelaku membawa mobil korban dari TKP melintas di bundaran Simpang Lima dengan diikuti mobil Xenia warna hitam bernopol B 1075 CVJ,” bebernya.

“Mobil Xenia ini membuntuti mobil yang dicuri dari belakang menuju Jalan Simpang Riga Cimulu, Jalan Simpang Empat Alun-alun, hingga Jalan Otista. Berdasarkan pengamatan jalan yang dilewati pelaku dan keterangan saksi-saksi, bahwa pelaku menuju daerah Cikalong, Kabupaten Tasik,” sambungnya.

Kemudian, kata Kapolres, Timsus Reskrim melakukan pengejaran. “Pada akhirnya Timsus mendapatkan informasi bahwa mobil korban terparkir di lokasi sebuah penggergajian kayu yang beralamat di Kampung Sindang Hurip, Kecamatan Cikalong,” katanya.

Jelas Kapolres, di lokasi itu pihaknya berhasil mengamankan mobil korban sesuai dengan laporannya, namun sudah tidak terpasang plat nomornya.

“Didapat keterangan saksi bahwa yang telah menyimpan kendaraan itu adalah pelaku, YN,” jelasnya.

YN akhirnya ditangkap di rumahnya di daerah Ciamis. “Berdasarkan keterangan dari YN, bahwa dalam melakukan pencurian tersebut dia ditemani rekannya TK. TK diciduk di rumah kontrakannya di daerah Cisalak Kota Tasik. Sedangkan 4 rekannya yang diduga terlibat masih kita cari,” tukasnya.

Pungkas Kapolres, komplotan ini telah beraksi sejak 2018 lalu hingga Desember 2019 dengan melakukan pencurian mobil sebanyak 7 kali.

Seperti Jalan Bantar mencuri mobil bak SS Hitam, di Leuwi Anyar mencuri mobil Suzuki Futura,di Pasar Rajapolah mencuri mobil SS bak Hitam dan lain sebagainya.

“Para pelaku melanggar pasal 363 Ayat (1) ke 3, 4, 5 KUHPidana dengan ancaman penjara 5 tahun. Kita amankan juga dari pelaku ini mobil Suzuki Futura dan Xeni yang digunakan pelaku saat beraksi. Mobil Pikup dan Carry sudah kita kembalikan kepada pemiliknya,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.