Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19%

7.1%

71.1%

Corona, Order Swike & Ular dari Sukahening Tasik ke Jakarta dan Cirebon Anjlok

308
0

SUKAHENING – Efek wabah virus corona juga “menghantam” usaha pengepul swike (katak sawah) dan ular, di Kampung Legok RT 03 RW 07 Desa Banyurasa Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya.

Asep Taufik, sang pengepul mengaku, sejak terjadi pandemi Covid-19 pesanannya dari perusahaan perusahaan penyedia penganan dari swike dan ular berkurang.

Biasanya, pesanan bisa mencapai 1 kuintal per hari dari perusahaan yang ada di daerah Cirebon dan Jakarta.

“Sekarang pesanan berkurang semenjak adanya covid-19. Paling hanya 5 Kg ke Jakarta. Sementara ke Cirebon setengah kuintal, untuk beberapa hari,” ujarnya kepada Radar, Kamis (4/6).

Asep mengatakan, Ia sudah tiga tahun menggeluti sebagai penjual swike dan berbagai jenis ular.

Dalam sehari, Asep bisa mengumpulkan sebanyak 2 kuintal dari para warga yang mencari hewan-hewan tersebut.

Warga itu biasanya setiap hari mencari ke daerah Garut, Limbangan, Panumbangan, Panjalu dan daerah lainnya.

Besok paginya biasanya langsung menjual kepada dirinya dengan hasil tangkapan berbeda-beda.

“Terkadang satu orang ada yang membawa 10 Kg, ada yang 15 Kg, tergantung hasil tangkapan,” ujarnya.

Dalam satu hari, kata dia, bisa terkumpul 2 kuintal dari beberapa orang.

“Namun untuk saat ini, pada malam harinya terjadi terang bulan, maka untuk mendapatkan swike agak kesulitan. Hasil tangkapannya otomatis berkurang. Berbeda ketika gelap, hasil tangkapan selalu banyak,” terang dia

Asep menambahkan, untuk harga swike per Kg  mencapai Rp40.000. Sekarang turun jadi Rp 38.000. Malahan yang naik itu bukan harga swike, melainkan ongkosnya.

Sementara itu, untuk ular per meternya Rp100.000 dengan berbagai macam jenis ular.

Namun saat ini agak kesulitan, karena jarang ada yang membeli. Sehingga harganya pun anjlok setengah harga, jadi Rp50 ribu per meter.

Untuk pemesanan ke Cirebon, tambah Asep, khusus swike harus dibersihkan dahulu dan sudah dipotong.

Biasanya dari perusahaan datang ke tempatnya untuk membawa swike langsung.

Sedangkan untuk perusahaan di Jakarta, swike diberikan dalam keadaan utuh atau dalam keadaan hidup-hidup. Biasanya dikirim melalui jasa pengiriman.

“Bersyukur walaupun dalam kondisi Covid-19 ini, pesanan selalu ada meskipun tidak terlalu banyak dan tidak seperti biasanya. Mudah-mudahan kondisi bisa normal lagi, dan pemesanan bisa banyak seperti biasa,” harap dia.

Sementara itu, salah seorang warga pemburu swike, Wawan (42) mengatakan, semenjak setahun lalu Ia memburu swike bersama temannya.

Untuk tambahan penghasilan, Ia mencoba mencari swike malam hari ke daerah Panjalu.

“Kalo siang hari kan saya kerja sebagai buruh serabutan, malam harinya saya berburu swike untuk dijual ke pengepul. Lumayan bisa untuk tambahan penghasilan meskipun tidak besar,” kata dia.

Dalam sehari, kata Wawan, biasanya Ia mendapatkan swike sebanyak 10 kg. Namun kondisi saat ini, malam hari sedang terang bulan maka hasil tangkapan berkurang. Terkadang dapat 6 sampai 7 Kg.

“Kita bawa obor dan jaring jala kecil ketika berburu swike ini. Cukup seru juga, karena susah-susah gampang untuk menangkapnya,” kata dia.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.