Covid-19 & Narkoba Jadi Bahan Materi Debat Calon Bupati Pangandaran

109
0
DISKUSI. KPU Kabupaten Pangandaran bersama sejumlah stakeholder dan timses calon bupati dan wakil bupati menggelar rapat teknis penyelenggaraan debat pasangan calon bupati dan wakil bupati, Sabtu (14/11). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
DISKUSI. KPU Kabupaten Pangandaran bersama sejumlah stakeholder dan timses calon bupati dan wakil bupati menggelar rapat teknis penyelenggaraan debat pasangan calon bupati dan wakil bupati, Sabtu (14/11). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran akan melaksanakan debat pasangan calon bupati dan wakil bupati pada 18 November. Debat tersebut akan mengusung beberapa topik.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin mengatakan bahwa dalam debat tersebut pihaknya mendatangkan tim panelis dari kalangan profesional, akademisi dan tokoh masyarakat. Termasuk Profesor Fauzan Ali Rasid seorang Guru Besar Ilmu Politik dari UIN Bandung.

“Ada juga Profesor Doktor Muradi, Guru Besar Ilmu Politik dan Pertahanan Keamanan Dalam Negeri dari Unpad Bandung dan Dekan FISIP Universitas Galuh Ciamis,” katanya kepada sejumlah wartawan, Sabtu (15/11).

Menurutnya materi debat yang akan dimunculkan nanti di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di tingkat daerah. “Termasuk bagaimana menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Baca juga : Bawaslu: Logo Pangandaran Disalahtafsirkan Anggota Dewan

Selain itu materi debat juga akan mengulas terkait masalah penanganan Covid-19 dan penanggulangan peredaran narkoba. “Makanya kita juga akan mengundang kepala BNNK,” terangnya.

Dia menegaskan, peserta yang boleh hadir ke lokasi debat terdiri dari unsur tim pasangan calon sebanyak 2 orang. Kemudian tim kampanye pasangan calon masing-masing 4 orang, 5 orang komisioner KPU dan 2 orang Bawaslu. “Lokasinya di Hotel Horison, dan akan disiarkan oleh dua stasiun televisi secara langsung,” ujarnya.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran Gaga Abdillah mengatakan pihaknya tetap menghimbau kepada tamu yang hadir untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan dan tidak membuat kerumunan. “Patuhi regulasi yang ada, karena jumlah tamu yang hadir sangat dibatasi,” katanya.

Adapun usulan dari salah satu timses untuk menghadirkan istri pasangan calon, menurut Gaga, itu dipersilahkan. “Jika dalam regulasinya harus timses yang hadir, nantinya bisa didaftarkan sebagai timses dengan berbekal surat tugas,” ujarnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.