Cuaca Ekstrem, Calhaj Harus Bersiap

18
0
MENUJU TANAH SUCI. Salah seorang jemaah calon haji menaiki kursi roda saat diberangkatkan dari Gedung Islamic Centre (GCC), Ciamis, Minggu (7/7). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya melepas keberangkatan pertama jemaah calon haji (calhaj) kloter 8 sebanyak 410 orang di Gedung Islamic Centre (GCC), Minggu (7/7) sekitar pukul 08.00.

Bupati menerangkan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis telah membina para calhaj melalui manasik haji. Diharapkan, bimbingan itu menjadi bekal para calhaj selama beribadah di tanah suci. Para calhaj harus benar-benar fokus beribadah karena Allah Swt. Namun, jangan memaksakan diri apabila kondisi fisik sedang tidak baik. “Kami sarankan ikuti petunjuk yang telah ditentukan, hindari perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertengkaran,” tutur dia.

Menurut Herdiat, saat ini cuaca di tanah suci sangat ekstrem. Tiupan angin kencang bisa membuat peribadahan melelahkan. Dengan demikian, para calhaj harus banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Bupati juga mendoakan agar para calhaj bisa selamat dan kembali berkumpul dengan keluarganya di tanah air. Dia juga mengingatkan kepada para petugas dan pengemudi supaya berhati-hati selama berkendara agar tidak mencelakakan diri sendiri dan orang lain. “Semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” kata dia.

Kepala Kantor Kemenang Kabupaten Ciamis Drs KH Agus Abdul Kholik menerangkan, pemberangkatan jemaah calhaj Ciamis dibagi tiga kloter. Untuk pemberangkatan pertama yakni kloter 8 sebanyak 410 orang yang terdiri dari 404 calhaj dan enam petugas kloter beserta tim pemandu haji daerah (TPHD).

Pada pemberangkatan pertama itu ada calhaj termuda bernama Zamzam yang berusia 20 tahun asal Kecamatan Ciamis dan tertua berusia 82 tahun asal Baregbeg. Pada kloter 8 ini ada jemaah yang berangkat memakai kursi roda. “Semoga menjadi haji mabrur dan Mabrurah. Mohon maaf bila ada kekhilafan dalam penyelenggaraan kami,” kata dia.

Syahrul (14), salah seorang pengantar haji asal Rawa Kecamatan Lumbung mengaku ada rasa sedih ketika orang tuanya, Alimin berangkat ke tanah suci. “Saya tidak bisa memendung air mata karena saking sedihnya. Semoga ibadahnya di tanah suci lancar, sehat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga lagi,” ujar dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.