Cuaca Ekstrim Sambut Jamaah Haji

34
0

JAKARTA – Cuaca ekstrim tengah menyelimuti Tanah Suci. Para jamaah calon haji disarankan untuk memperbanyak mengkonsumsi air zamzam selama di sana. Terlebih bagi jamaah haji asal kota yang cenderung dingin atau sejuk.

Kementerian Agama (Kemenag) merilis suhu udara di Arab Saudi saat ini mencapai 42 derajat. Diperkirakan pada pelaksanaan haji bisa mencapai 50 derajat.

Dilansir dari laporan situs cuaca dunia, Accuweather.com pada Kamis (27/6), cuaca di Makkah dan Madinah men­capai 40 derajat.

Di­­rektur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis me­ngatakan perbedaan suhu atau temperatur udara di Tanah Suci akan membuat para jamaah haji sulit beradaptasi.

Dij­­elaskannya, suhu rata-rata di atas 40 de­rajat, membutuhkan fisik yang kuat untuk men­jalankan semua rukun haji.

“Padahal suhu di Indonesia di siang hari maksimal hanya 33-34 derajat celcius. Apabila jamaah haji kekurangan cairan atau dehidrasi tentunya membahayakan diri sendiri,” jelas Ilham di Kantor Kemenag RI, Kamis (27/6).

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas layanan transportasi haji, utamanya layanan bus shalawat (bus pengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram).

Pasalnya, jamaah harus bertugas di titik-titik pemberhentian bus yang tidak dilengkapi tempat berteduh, demi memberikan layanan kepada jamaah. “Berbeda dengan halte di Jakarta, halte di Makkah hanya berupa bendera Merah Putih. Jadi tidak ada atap atau pelindung dari terik matahari,” paparnya.

Ilham mengatakan Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 56 halte dan tiga terminal bus shalawat di Makkah.

“Mental petugas layanan transportasi haji tahun ini harus lebih kuat. Cuaca yang sangat panas, serta jumlah jemaah yang bertambah, menjadi tantangan petugas untuk memberikan layanan terbaik. Apalagi, jumlah petugas sama dengan tahun lalu,” jelas Sri Ilham.

“Layanan bus salawat akan diberikan kepada semua jamaah. Tahun sebelumnya, hanya 91 persen jamaah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sri menambahkan layanan bus ini akan dilakukan selama 24 jam, sehingga jamaah tidak perlu khawatir akan tidak adanya bus. Kendati demikian, untuk menghindari kepadatan, jamaah diimbau berangkat ke Masjidil Haram lebih awal satu sampai dua jam sebelum waktu salat. “Begitu juga saat akan kembali ke hotel, diharapkan tidak bersamaan, tapi menunggu satu atau dua jam usai salat jamaah,”lanjutnya.

Diketahui, selain bus salawat, jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi juga mendapat layanan transportasi antar kota perhajian (Madinah-Makkah-Jeddah atau Jeddah-Makkah-Madinah) dan Bus Masyair (Arafah-Muszdalifah-Mina).

Sebagaimana salawat, layanan antarkota perhajian dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Sedang layanan transportasi Masyair dilakukan pemerintah Arab Saudi. “Sebagai panduan petugas dan jamaah, PPIH Arab Saudi telah menerbitkan Buku Saku Layanan Transportasi agar tidak tersesat,” tandasnya. (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.