Cuitkan Kebencian, Farhat Abbas Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

3

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

FIN.CO.ID, JAKARTA – Akibat cuitannya di media sosial yang menyebut kasus Ratna Sarumpaet adalah hasil konspirasi dari kubu pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno, Farhat Abbas dilaporkan Komunitas Pengacara Prabowo Sandi (KPPS) ke Polda Metro Jaya, Sabtu (6/10).

Laporan sendiri bernomor LP/5378/X/2018/PMJ/Ditreskrimsus. Perwakilan KPPS Yuppen Hadi mengatakan, dalam laporan Farhat disangkakan dengan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE mengenai ujaran kebencian dan permusuhan antar kelompok juga Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Tahun 1946 tentang keonaran.

“Di mana beliau menyatakan salah satunya bahwa kebohongan Ratna Sarumpaet adalah hasil konspirasi dari kelompok kami untuk menjatuhkan kelompok Jokowi,” katanya saat dihubungi FIN, Minggu (7/10).

Yuppen merasa, pernyataan Farhat telah menyinggung perasaan mereka sebagai pendukung Prabowo-Sandi. Belum lagi pernyataan Farhat dinilai memancing permusuhan.

Dalam membuat laporan, mereka membawa barang bukti berupa video dan scren shoot status Instagram dan Facebook milik Farhat Abbas.

Selain KPPS, ada lagi pihak lain yang juga mempolisikan Farhat. Mereka menamakan dirinya Gerakan Pengacara Nusantara.

Mereka melaporkan pemilik akun Instagram @farhatabbastv226. Pasalnya, akun tersebut mengatakan pendukung Joko Widodo masuk surga dan pendukung Prabowo masuk neraka.

Menurut Presidium GP Nusantara, Mendy Utama apa yang diperbuat akun Instagram tersebut tak bisa didiamkan begitu saja, lantaran dirasa berdampak buruk serta membuat resah masyarakat.

“Postingan tersebut secara garis besar siapa yang mausk surga dan siapa yang masuk neraka dikaitkan dengan proses pemilihan pemimpin. Inikan sangat sensitif, apa jaminannya memilih salah satu pemimpin masuk surga dan tidak memilihnya masuk neraka,” kata Mendy.

Laporan Mendy sendiri diketahui bernomor LP/5382/x/2018/PMJ/ Ditreskrimsus tertanggal 6 Oktober 2018. Farhat dituduhkan dengan pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 ayat 2 UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau pasal 14 dan 15 UU No 1/1946 lantaran menyebarkan informasi dan menimbulkan kebencian.

Farhat Abbas sendiri saat dihubungi FIN untuk dimintai tanggapannya terkait laporan tersebut, belum memberi jawaban.

(AF/FIN)

loading...