Curiga Saksi Kunci Diintervensi

89
0
Asep Rizal

TASIK – Gugurnya penanganan laporan money politics di Gakkumdu Kota Tasikmalaya dinilai sebuah hal wajar dalam sebuah proses hukum. Akan tetapi pembahasan yang alot menimbulkan tanda tanya karena Bawaslu, Penyidik Polri dan Jaksa tidak kompak.

Koordinator Koalisi Masyarakat Pemilih Cerdas (Kompas) Asep Rizal Asyari mengataka tidak terbuktinya laporan money politics yang ditangani Bawaslu tidak menjadikan Kota Tasik steril permainan uang dalam pemilu. “Saya yakin money politics itu ada,” ujarnya kepada Radar, Senin (20/5).

Namun demikian, pihaknya menyesalkan saksi-saksi terkesan enggan memberikan keterangan yang bisa memperkuat kasus untuk naik di penyidikan. Padahal saksi sudah diberikan jaminan keamanan. “Kami curiga ada intervensi kepada saksi, entah dari mana datangnya,” terang dia.

Menurutnya, ini harus menjadi pelajaran bagi Bawaslu, Gakkumdu serta masyarakat.

Ke depan, pengawasan terhadap money politics dan tindak kecurangan pemilu harus dikawal habis-habisan sejak awal. “Kalau ini sampai terulang akan sangat memalukan,” tuturnya.

Kompas, kata dia, tidak hanya melakukan pengawalan kecurangan pemilu di Kota Tasikmalaya. Kasus serupa di kabupaten pun tetap dikawal supaya bisa sampai meja hijau. “Kalau di kabupaten kan sudah masuk penyidikan di polisi, kita akan kawal juga,” tuturnya.

Sekjen Kompas Myftah Faried mendapat informasi bahwa pembahasan II yang alot dikarenakan adanya perbedaan pendapat antara Bawaslu, Penyidik dan Jaksa. Meskipun perbedaan itu sebuah hal wajar, namun dapat menimbulkan pertanyaan besar. “Meskipun pada akhirnya semua sepakat, tapi perbedaan pendapat dalam pembahasan yang alot menimbulkan pertanyaan,” ujarnya.

Jika memang indikasi praktik money politics itu kuat, maka akan lebih elok jika dinaikkan ke penyidikan. Pasalnya kekuatan Polri dalam melakukan pemeriksaan akan menghasilkan fakta-fakta yang lebih dalam. “Kalau di Gakkumdu kan sifatnya undangan klarifikasi, kalau polisi panggilan pemeriksaan dan kalau tidak datang bisa dijemput paksa saksinya,” tuturnya.

Faried menyesalkankan banyak saksi kunci yang tidak mengakui, bahkan ada yang ingin mencabut kesaksiannya. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya intervensi atau ketakutan yang diberikan oleh pihak-pihak tertentu. “Kami tidak menyalahkan kepada saksi yang tidak mau mengaku, hanya saja menyesalkan,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.